Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Habib Rizieq Mau Pulang ke Tanah Air, Pemerintah Gak Perlu Ketar-ketir

Habib Rizieq Mau Pulang ke Tanah Air, Pemerintah Gak Perlu Ketar-ketir Kredit Foto: Ferry Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta menganggap, kabar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) pulang ke Tanah Air menjadi perbincangan publik karena yang bersangkutan selama ini dikenal kritis dan memiliki banyak pendukung. Namun, isu kepulangan itu tak perlu direspons berlebihan oleh pemerintah maupun semua pihak.

Stanislaus hanya menyarankan agar aparat keamanan cukup melakukan kewaspadaan atau antisipasi kepulangan Habib Rizieq jika kepulangannya memicu euforia berlebihan dari para pendukung maupun sejumlah tokoh yang selama ini sejalan dengan kiprah HRS.

"Pemerintah tidak perlu khawatir, jika memang benar HRS pulang ke Tanah Air itu adalah hal yang wajar dan bukan suatu yang perlu ditanggapi secara berlebihan," kata Stanislaus saat dihubungi, Kamis (29/10/2020).

Baca Juga: Ya Ampun! Habib Rizieq Bakal Pulang ke Indonesia: Saya Tebak Sih, Dia Akan....

Sementara, Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (Sudra) Fadhli Harahab mengatakan, boleh-boleh saja bagi setiap WNI untuk pergi dan kembali ke Tanah Air. Itu adalah hak yang sudah diatur konstitusi.

Namun, kata Fadhli, sangat disayangkan jika Habib Rizieq kembali ke Tanah Air dengan maksud ingin melakukan 'revolusi akhlak' yang berpotensi bersinggungan dengan pemerintahan yang sah.

"Akan lebih bermanfaat jika HRS tetap di Arab. Setidaknya kita bangsa Indonesia bisa meminta beliau untuk terus mendoakan bangsa ini agar segera terbebas dari pandemi Covid-19," kata Fadhli, Kamis (29/10/2020).

Apalagi, lanjut Fadhli, kondisi terkini tidak sebebas dan seleluasa sebelumnya dalam hal memasuki Arab Saudi. Jadi, merupakan kenikmatan tersendiri bagi Habib Rizieq dapat bermukim dan beribadah lebih lama di sana.

"Tidak perlu terburu-buru pulang. Setelah Covid juga bisa. Dan itu juga barangkali harapan banyak pihak HRS bisa mendoakan bangsanya dari sana, semoga bencana Covid cepat berlalu," ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Rosmayanti

Bagikan Artikel: