Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Serangan KKB Tewaskan Prajurit TNI, Mahfud Sebut Akibat Ini

Serangan KKB Tewaskan Prajurit TNI, Mahfud Sebut Akibat Ini Kredit Foto: Instagram/Mahfud MD
Warta Ekonomi -

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengakui aksi penembakan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata di Papua beberapa hari terakhir, telah menewaskan beberapa prajurit TNI.

Serangan kelompok teroris tersebut, kata Mahfud, terjadi setelah perubahan strategi TNI menghadapi kelompok teroris di Papua dari ofensif ke defensif.

Baca Juga: Eng Ing Eng, Mahfud MD Buka-Bukaan, Sebut Panglima TNI,Menhan, Sampai Presiden Akan Pidanakan...

"Di Papua juga ada penembakan beberapa waktu terakhir ini memang ada beberapa warga TNI meninggal tetapi memang itu merupakan perubahan situasi baru dalam pendekatan baru sekarang TNI itu bersifat defensif, tidak ofensif," katanya dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Jumat (28/1/2022).

Meski begitu, kata dia, ada kemajuan setelah perubahan pendekatan terhadap situasi keamanan di Papua berjalan. Yakni tidak adanya korban jiwa dari pihak warga sipil yang seringkali TNI dan Polisi sebagai tertuduh atas kematian warga sipil korban penembakan. Kini, warga sipil lebih aman dan tidak lagi menjadi korban kontak tembak antara TNI, Polri dan kelompok teroris.

"Tapi satu kemajuan yang harus kita pelihara tidak ada korban warga atau masyarakat sipil sejak ada pendekatan baru. Sasarannya ya kalau enggak TNI, ya Polri. Ini dulu, masyarakat sipil harus dijaga keselamatannya," katanya.

Tetapi, kata dia, Panglima TNI telah melaporkan padanya akan mengevaluasi perubahan pendekatan penanganan konflik Papua itu. Sehingga pendekatan di Papua benar-benar tepat dan komprehensif.

Baca Juga: Tiga Prajuritnya Ditembak Separatis di Papua, Jenderal Dudung Bilang Begini

“Sekarang, bagaimana cara defensif, pendekatan baru itulah yang menurut Pak Panglima (Andika Perkasa) tadi akan segera dievaluasi dan disempurnakan," katanya.

Dia mengatakan, pemerintah dan DPR RI juga telah menyepakati untuk kembali memekarkan Provinsi Papua atau menambah daerah otonomi baru di provinsi itu.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Akurat.

Editor: Adrial Akbar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan