Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dorong Hak Inklusif, Menko Airlangga Minta Dunia Usaha Libatkan Penyandang Disabilitas

Dorong Hak Inklusif, Menko Airlangga Minta Dunia Usaha Libatkan Penyandang Disabilitas Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong hak inklusif bagi penyandang disabilitas dengan meminta dunia usaha untuk lebih melibatkan kelompok tersebut. Pasalnya, rasio keterlibatan disabilitas di dunia kerja terbilang masih rendah.

"Penyandang disabilitas bukan kelompok yang bergantung, tapi kelompok yang produktif. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia mengajak sektor dunia usaha untuk mendorong agar kelompok disabilitas lebih terlibat," katanya dalam Soft Launching of the G20: Engaging Persons with Disabilities for Inclusivity, Rabu (26/1/2022).

Baca Juga: Kapolri Berkomitmen Jadikan Kantor Polisi Ramah Disabilitas

Dia menyatakan, 80% dari penyandang disabilitas di dunia tinggal di negara berkembang. Di Indonesia sendiri, jumlahnya diperkirakan mencapai 21,2 juta orang dari total 1 miliar penyandang disabilitas di dunia.

Sementara itu, pandemi Covid-19 membuat kelompok ini rentan kehilangan pekerjaan, terutama di negara berkembang yang memiliki keterbatasan infrastruktur. Para penyandang disabilitas juga menghadapi akses yang minim terhadap program jaminan sosial dan pendidikan.

Ia menjelaskan, hanya 28% penyandang disabilitas di negara berkembang yang memiliki jaminan sosial. Bahkan di negara berpenghasilan rendah, jumlahnya tidak lebih dari 1%.

Maka dari itu, dia mendorong perwujudan hak inklusif bagi para penyandang disabilitas di Indonesia, termasuk penyetaraan akses pasar kerja dan dunia usaha, serta tidak menstigmatisasi golongan ini.

"Kita harus mampu melepaskan diri dari stigmatisasi terhadap penyandang disabilitas. Mereka terbatas, tapi tak perlu dibatasi. Mereka akan bisa jadi mesin penggerak dan produktif secara ekonomi dengan ruang ekspresi yang lebih luas," ujarnya.

Penulis: Imamatul Silfia
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel:

Video Pilihan