Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Amerika dan Sekutu Eropa Mulai Beda Sikap soal Ukraina? Ini Kata Menlu

Amerika dan Sekutu Eropa Mulai Beda Sikap soal Ukraina? Ini Kata Menlu Kredit Foto: Reuters/Oleksandr Klymenko
Warta Ekonomi, Washington -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken membantah soal adanya perbedaan pandangan AS dengan negara-negara sekutunya di Eropa terkait Ukraina dan keinginan negara itu masuk NATO.

Disebutkan sebelumnya bahwa NATO telah menyiapkan serangkaian proposalnya sendiri yang sepenuhnya memperkuat proposal awal. Namun AS menyatakan punya dokumen sendiri dan tidak akan mempublikasikannya, dilansir BBC, Kamis (27/1/2022). 

Baca Juga: Perang di Depan Mata, Keteguhan Amerika dan NATO atas Ukraina Lagi-lagi Diuji Rusia

"Diplomasi memiliki peluang terbaik untuk berhasil jika kami menyediakan ruang untuk pembicaraan rahasia," kata Menlu Blinken.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Jens Stoltenberg mengatakan dokumen aliansi juga telah dikirim ke Moskow. NATO kata dia menghormati kekhawatiran Rusia dan setiap negara punya hak mengatur keamanan masing-masing. 

Sementara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa dengan pernyataan normatif itu, Stoltenberg bak tak melek dengan realita yang ada saat ini. Hal itu juga merespons soal NATO yang mulai menunjukkan kehadiran di dekat perbatasan Rusia.

"Sejak lama saya rasa tak perlu lagi merespons pernyatannya," kata Lavrov kepada pers di Parlemen Rusia yang disiarkan langsung di media sosial.

Secara terpisah para diplomat dari Rusia, Ukraina, Prancis dan Jerman menegaskan kembali komitmen terhadap perjanjian gencatan senjata di Ukraina.

Apalagi mereka sudah melihat pemberontak yang didukung Rusia mengambil wilayah di Donbas bagian timur.

Empat negara itu terus mendukung gencatan senjata terlepas dari perbedaan pada masalah lain terkait Perjanjian Minsk 2015, kata sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh Istana Kepresidenan Prancis.

Sementara Wakil Kepala Staf Kremlin Dmitry Kozak menyebut pembicaraan delapan jam dalam pertemuan di Paris beberapa waktu lalu belum membuahkan hasil karena masalah yang cukup kompleks. Rusia dan negara Eropa akan kembali bertemu lagi di Berlin. 

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan