Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Komika Top Kecewa! Sudah Bela-belain Nyoblos PSI, Eh Capresnya Giring: Gue Tahu Mimpi Adalah...

Komika Top Kecewa! Sudah Bela-belain Nyoblos PSI, Eh Capresnya Giring: Gue Tahu Mimpi Adalah... Kredit Foto: Instagram/Giring Ganesha
Warta Ekonomi, Jakarta -

Komika Pandji Pragiwaksono tampil dengan aksi terbarunya yang menyindir Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dalam acara stand up comedy bertema 'Ternyata Ini Sebabnya', Pandji juga menyindir ulah Ketua Umum DPP PSI Giring Ganesha Djumaryo yang diusung sebagai calon presiden (capres) 2024.

Dia merasa berhak mengkritik PSI lantaran pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, menjatuhkan pilihan kepada partai yang berdiri pada 16 November 2014 tersebut. "Luarnya manis dalamnya kosong, PSI. Jangan sedih gue juga pilih mereka guys, kemarin waktu pileg gue nyoblos partai, gue pilih PSI," kata Pandji dalam video yang viral dikutip di Jakarta, Rabu (26/1/2022).

Pandji mengaku, sangat menyesal telah memberikan suara kepada PSI. Karena tidak sesuai ekspektasi, ia pun akhirnya memberikan sindiran kepada PSI. "Karena gue pikir mereka adalah harapan anak muda bangsa, ternyata kosong, capresnya Giring," kata Pandji yang disambut tawa hadirin.

Baca Juga: Hadeh... Instagram Giring Hilang, Eks Bosnya Giring di PSI Meradang... Sampai Singgung Soal Kritik

"Gue tahu mimpi adalah kunci, tapi gak gitu-gitu banget dung," kata Pandji menyindir Giring.PSI yang dipimpin Giring selama ini dikenal sebagai pengkritik utama berbagai kebijakan Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan.

Adapun Pandji dikenal sebagai pendukung Gubernur Anies.Hal itu dibuktikannya dengan mendukung pasangan Anies-Sandiaga Salahuddin Uno pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017 kala komika lain mayoritas memilih Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan