Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jokowi Geram Banyak yang Terlanjur Nyaman Impor : Nggak Berpikir Negara Dirugikan, Rakyat Dirugikan!

Jokowi Geram Banyak yang Terlanjur Nyaman Impor : Nggak Berpikir Negara Dirugikan, Rakyat Dirugikan! Kredit Foto: Antara/Novrian Arbi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyayangkan hingga saat ini masih ada pihak yang sudah nyaman dengan impor dan tidak memikirkan kepentingan yang lebih besar, yaitu negara dan rakyat.

“Memang duduk di zona nyaman itu paling enak, sudah rutinitas terus impor, impor, impor, impor, nggak berpikir bahwa negara itu dirugikan, rakyat dirugikan karena nggak terbuka lapangan pekerjaan,” tegas Jokowi kala melakukan groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, pada Senin (24/1/2022).

Baca Juga: Groundbreaking Hilirisasi Batu Bara, Jokowi: Sangat Diperlukan untuk Tekan Impor

Pernyataan Jokowi tersebut berkaitan dengan impor elpiji  yang mencapai Rp80 triliun. “Impor kita elpiji itu gede banget, mungkin Rp80-an triliun dari kebutuhan Rp100-an triliun. Impornya Rp80-an triliun. Itu pun juga harus disubsidi untuk sampai ke masyarakat karena harganya juga sudah sangat tinggi sekali. Subsidinya antara Rp60 sampai Rp70 triliun,” ujar Jokowi. 

Baca Juga: Proyek Pabrik DME Bakal Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja, Jokowi: Itulah Mengapa Saya Kejar Terus

Padahal, lanjut Jokowi, Indonesia memiliki bahan batu batu bara yang bisa diubah menjadi dimetil eter (DME). “Pertanyaan saya apakah ini mau kita teruskan? Impor terus? Yang untung negara lain, yang terbuka lapangan pekerjaan juga di negara lain, padahal kita memiliki bahan bakunya, kita memiliki raw material-nya yaitu batu bara yang diubah menjadi DME. Hampir mirip dengan elpiji,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Ia menyebut bahwa perintah untuk hilirisasi dan menghentikan impor ini sudah ia sampaikan sejak enam tahun yang lalu.

Halaman:

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Bagikan Artikel:

Video Pilihan