Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dibongkar Saksi di Sidang Munarman, Ini yang Dilakukan Selepas Pembaiatan ISIS di Makassar

Dibongkar Saksi di Sidang Munarman, Ini yang Dilakukan Selepas Pembaiatan ISIS di Makassar Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan tindak pidana terorisme dengan terdakwa eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman pada Senin (24/1). Jaksa penuntut umum (JPU) pada sidang Munarman kali ini menghadirkan saksi berinisial AM.

AM merupakan salah satu panitia acara pembaiatan simpatisan ISIS yang dilaksanakan pada 24-25 Januari 2015. Di hadapan majelis hakim, AM mengaku mengenal Munarman sejak menjadi Laskar FPI Makassar pada 2011.

Baca Juga: Kabar Terbaru Sidang Munarman, Saksi Sebut Habib Rizieq

Saksi AM menjelaskan, panitia sudah melakukan pembicaraan sebelum pelaksanaan acara pembaiatan simpatisan ISIS di Markas FPI Makassar, Jalan Sungai Limboto pada 24 Januari 2015 dan di Pondok Pesantren milik almarhum Ustaz Basri tanggal 25 Januari 2015.

"Kami adakan pertemuan sekitar akhir bulan sepuluh, Yang Mulia," ucap AM. Menurut AM, para panitia melakukan pertemuan sebanyak tiga kali di Pondok Pesantren milik Ustaz Basri dan mengakui ada pembahasan terkait pembaiatan.

"Dalam pertemuan di Pondok Pesantren Ustaz Basri sudah dibicarakan, cuma waktu agenda acara tidak disebutkan," ungkapnya.

Dalam kesaksiannya, AM menerangkan, seusai pembaiatan simpatisan ISIS di Markas FPI Makassar, para peserta yang hadir dari anggota FPI Makassar dan beberapa ormas Islam lainnya melakukan konvoi mengelilingi Kota Makassar dengan membawa bendera FPI.

"Jadi, pertama bendera kami dari FPI dengan benderanya ISIS," ujar AM.

Sebelumnya, Munarman didakwa atas dugaan tindak pidana terorisme dan terlibat dalam pembaiatan di beberapa lokasi. Pertama, di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta. Kemudian, Munarman juga disebut hadir dalam pembaitan di Makassar dan Medan.

Polisi menyebut pembaiatan di Makassar terafiliasi dengan jaringan ISIS.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.com.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel:

Video Pilihan