Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Cita-cita Digitalisasi Making Indonesia 4.0. Jokowi Didukung Amerika, Ini Alasannya

Cita-cita Digitalisasi Making Indonesia 4.0. Jokowi Didukung Amerika, Ini Alasannya Kredit Foto: Antara/Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Washington -

Duta Besar Amerika Serikat (Dubes AS) untuk Indonesia Sung Yong Kim menyatakan negaranya mendukung mewujudkan misi Presiden Joko Widodo menuju era digitalisasi “Making Indonesia 4.0.”

Hal ini disampaikannya dalam Konferensi Cisco Indonesia Networking Academy (Netacad) virtual, Sabtu (22/1/2022).

Baca Juga: Ukraina Mencekam di Ambang Perang, Amerika Keluarkan Perintah Tegas yang Bikin...

"Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah penting untuk membekali individu dengan keterampilan masa depan. Perusahaan AS seperti Cisco akan terus mendukung rencana pemerintah untuk memperluas upaya pelatihan keterampilan digital di negara ini untuk beberapa dekade mendatang,” terangnya.

Kim mencatat, Kemitraan AS dan Indonesia, terutama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika telah membuahkan hasil nyata dalam memperluas peluang di bidang ekonomi digital Indonesia.

Menurutnya, keterbukaan Indonesia untuk menjalin kerja sama dengan Paman Sam adalah bukti nyata keseriusan Indonesia untuk menyongsong era super canggih. Ditambah lagi peningkatan dramatis dalam ketergantungan pada teknologi digital selama pandemi Covid-19.

“Kami telah melihat peningkatan kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta untuk memecahkan masalah ini, dan bekerja sama mengembangkan kerangka kerja keterampilan yang lebih selaras dengan kebutuhan industri,” imbuhnya.

“Perusahaan membantu membentuk keterampilan digital khusus yang dibutuhkan di setiap sektor dan terus bekerja sama dengan pemerintah dan universitas untuk memandu upaya pelatihan,” imbuh mantan Dubes AS untuk Filipina itu.

Dia menambahkan, perusahaanperusahaan AS ingin memperluas kemitraan dengan universitas, politeknik, dan sekolah kejuruan Indonesia.

Perusahaan-perusahaan tersebut juga ingin menjembatani kesenjangan keterampilan digital yang diproyeksikan akan mengisi sekitar 9 juta pekerja terampil yang dibutuhkan pada 2030.

Ia juga mengapresiasi kontribusi lebih dari 700 instruktur Cisco Networking Academy dari seluruh Indonesia dalam mengembangkan tenaga kerja teknis.

Program ini telah melatih ribuan siswa setiap tahun dan mempersiapkan mereka untuk pekerjaan di bidang teknologi informasi dan keamanan siber.

Tema konferensi Cisco Indonesia Netacad tahun ini, yakni meningkatkan keterampilan tenaga kerja dan generasi digital Indonesia di era pasca pandemi.

Kim menilai, tema ini tepat karena masyarakat Indonesia sedang berupaya mendorong pemulihan ekonomi serta menata ulang pemanfaatan teknologi untuk generasi mendatang.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan