Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Demonstran Iran Makin Lantang, Kekuasaan Pemerintah Digoyang

Demonstran Iran Makin Lantang, Kekuasaan Pemerintah Digoyang Kredit Foto: Instagram/Ebrahim Raisi
Warta Ekonomi, Teheran -

Suara demonstran Iran makin lantang saat beraksi di depan Steel Pension Fund di beberapa kota di tengah memburuknya kondisi ekonomi di negara itu.

Organisasi berita Iran yang berbasis di London Kayhan Life pada Minggu (23/1/2022) melaporkan bahwa demonstrasi yang berlangsung di kota-kota besar seperti Teheran, Isfahan dan Rasht. 

Baca Juga: Amerika Sita Kapal dari Iran dengan Tujuan Yaman, Isi Muatannya Ngeri

Situs web memposting video para pemrotes di berbagai kota dengan judul: "Penindasan sudah cukup, uap & asap telah menggantikan makanan di meja kami."

Kerusuhan buruh terus mempengaruhi Republik Islam Iran. Rekaman video di Twitter menunjukkan karyawan dari Tebu Mian-ab di Shush mogok untuk hari kedelapan.

Pegawai kesehatan menggelar rapat umum di luar parlemen negara, Majlis, untuk memprotes kondisi kerja yang buruk.

Organisasi berita pemerintah AS Radio Farda melaporkan dua minggu lalu bahwa ratusan karyawan pengadilan Iran berkumpul di depan parlemen di Teheran dan memprotes kurangnya kenaikan upah.

“Banyak orang dalam demonstrasi yang jarang terjadi pada 9 Januari mengungkapkan kemarahan pada Ketua Parlemen Mohmmad Baqer Ghalibaf, meneriakkan 'pembohong, pembohong' dan 'Ghalibaf, aib’,” lapor Radio Farda 

Layanan kawat Prancis AFP melaporkan para demonstran meneriakkan, "Jika masalah kami tidak terselesaikan, kami akan menutup sistem peradilan!"

Organisasi berita yang berbasis di Inggris, Iran International menulis tentang demonstrasi pegawai pengadilan: "Ironisnya, para pengunjuk rasa meneriakkan slogan meminta keadilan."

Iran International melaporkan pekerja peradilan sudah mulai mengundurkan diri dari pekerjaan mereka secara massal.

Portal berita itu mengungkap bahwa foto-foto surat pengunduran diri kolektif mereka beredar di Twitter.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan