Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Harap Disimak! Jenderal Dudung Dihina Preman Berjubah Bernama Bahar Smith Aja Diam...

Harap Disimak! Jenderal Dudung Dihina Preman Berjubah Bernama Bahar Smith Aja Diam... Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat politik Rudi S Kamri menilai tuntutan Wakil Sekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin agar aparat jangan cuma menangkap Pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean saja terkait kasus penistaan agama.

Dalam video di kanal Youtubenya, ia menilai desakan tersebut adalah hal yang konyol.

Baca Juga: Kabar Terbaru Danrem Suryakencana yang Satroni Ponpes Habib Bahar

Adapun sebelumnya, Novel meminta agar polisi juga menahan Sukmawati, Ade Armando bahkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman.

"Terkhusus Dudung, yurisprudensi jelas yang dengan mengatakan kurang lebih ‘Tuhan bukan orang Arab. Saya nggak ngerti salahnya pak Dudung di mana. Beberapa kali sudah diberikan klarifikasi tentang pernyataan 'Tuhan bukan orang Arab' kemudian dijelaskan lebih detail. Itu ada narasi yang dipotong jangan mempelajari agama terlalu mendalam dipotong, yang dihilangkan yang mana? 'tanpa didampingi oleh ahlinya'," katanya.

Lebih lanjut, ia mempertanyakan kenapa Novel begitu dendam terhadap Dudung.

"Saya gak tahu ini kenapa Novel Bamukmin ini begitu dendam. Tapi karena dia salah satu pentolan kelompok penyembah baliho sih saya maklum," cetusnya.

"Kenapa kok disejajarkan dengan Ferdinand Hutahaean? Korelasinya tidak ada. Bahkan kemarin waktu Jenderal Dudung dihina diperolok-olok oleh preman yang berjubah pendakwah agama yang bernama Bahar Bin Smith Jenderal Dudung tidak bereaksi apa apa," tandasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Populis. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Populis.

Editor: Alfi Dinilhaq

Bagikan Artikel:

Video Pilihan