Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sindiran ‘Macan jadi Mengeong’ Gak Buat Pak Prabowo Baper, Itu Urusan Mereka dengan Allah SWT

Sindiran ‘Macan jadi Mengeong’ Gak Buat Pak Prabowo Baper, Itu Urusan Mereka dengan Allah SWT Kredit Foto: Twitter/Habiburokhman
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Ketua Umum Gerindra Habiburokhman mengatakan pernyataan Edy Mulyadi dan Faisal Basri mengandung kritikan serta dianggap menghina dan sekaligus fitnah keji disampaikan tanpa terlebih dahulu melakukan tabayyun.

Habiburokhman berujar Gerindra mengucapkan terima kasih atas kritikan yang bisa menjadi referensi mereka menentukan langkah politik.

"Tetapi soal fitnah itu urusan mereka dengan Allah SWT. Ingat setiap ucapan kita akan kita pertanggung-jawabkan kelak di yaumul hisab," kata Habiburokhman kepada wartawan, Minggu (23/1/2022).

Baca Juga: Panas Pak Prabowo Dikatain 'Macan yang Mengeong', Gerindra Nggak Terima, Langsung Lapor...

Menurut Habiburokhman, Prabowo tidak akan marah menanggapi hinaan dan fitnah yang dialamatkan kepada dirinya. Sebaliknya Prabowo akan bersikap memaafkan.

"Pak Prabowo enggak akan marah dan biasanya beliau memaafkan orang yang memfitnah beliau. Itulah standar moral dan akhlak beliau, yang enggak pernah baper difitnah karena waktu yang akan membuktikan bahwa apapun yang beliau lakukan adalah semata-mata demi merah putih," ujar Habiburokhman.

Baca Juga: Suer Berani Banget Nih Orang! Habis Hina Prabowo, Kader PKS Sebut Kalimantan Tempat Jin Buang Anak

Habiburokhman mengatakan sikap Prabowo di atas sudah dilakukan sejak lama. Ia berujar selama ini Prabowo mendapatkan fitnah macam-macam namun tidak satupun terbukti.

Sementara itu terkait pernyataan yang menyinggung Prabowo dan adiknya, Hashim mengenai ibu kota negara, Habiburokhman menjelaskan begini.

"Yang jelas tidak benar jika Pak Prabowo atau adiknya punya interest pribadi atas keputusan kepindahan ibu kota. Hal tersebut adalah keputusan eksekutif secara keseluruhan dan kemudian juga disetujui legislatif. Jadi Kemenhan juga bukan leading sektor," ujar Habiburokhman.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Editor: Annisa Nurfitriyani

Bagikan Artikel:

Video Pilihan