Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Menkes Klaim Tingkat Keterisian RS Akibat Omicron Cuma 30% Dibanding Delta

Menkes Klaim Tingkat Keterisian RS Akibat Omicron Cuma 30% Dibanding Delta Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi -

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut tingkat keparahan akibat varian Omicron masih lebih rendah dibanding dengan varian Delta berdasarkan situasi di sejumlah negara lain.

Menkes meninjau dari sisi hospitalisasi serta angka mortalitas yang ditimbulkan varian Omicron."Yang masuk di rumah sakit kan itu tadi, cuma 30 persen dari yang delta. Yang wafat cuma 1 atau 2% di bawah dari delta. Jadi rendah sekali sebenarnya," kata Budi usai meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di SD Muhammadiyah Jogodayoh, Bambanglipuro, Bantul, DIY, Jumat (21/1/2022)

Budi berujar transmisi lokal pada varian ini sudah ditemukan di Indonesia. Kasus Omicron juga melonjak secara cepat dan tinggi. Demikian pula untuk penyusutan kasusnya.Budi meramalkan, lonjakan kasus akibat Omicron berkisar antara akhir Februari atau awal Maret 2022.

Menimbang karakteristik varian ini serta situasi perkembangan penyebarannya di negara lain dan di Indonesia."Kalau saya lihat di negara-negara lain mulai sampai ke puncak ya 40 hari deh. Jadi mungkin di akhir Februari, di awal Maret sudah sampai ke puncak. Nah kita memang harus berperang aja sama mereka akhir Februari sampai awal Maret," imbuhnya.

Bagaimanapun, Budi meminta kepada masyarakat agar tak panik atau khawatir. Walau tetap harus waspada melalui beberapa langkah antisipasi penularannya seperti disiplin penerapan prokes dan pengoptimalam surveilans dan fasyankes.

"Yang paling penting vaksinasi mesti cepat. Kalau sudah vaksinasi sudah ada daya tahan tubuhnya, kalau dia kena, dia ngelawan balik," tutupnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Akurat.

Editor: Boyke P. Siregar

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan