Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Langgengkan 'Trah Soekarno', Pengamat Bongkar Strategi Megawati: Seret Prabowo hingga Jokowi

Langgengkan 'Trah Soekarno', Pengamat Bongkar Strategi Megawati: Seret Prabowo hingga Jokowi Kredit Foto: Instagram/Megawati Soekarno Putri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat komunikasi dan politik Jamiluddin Ritonga blak-blakan mengatakan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tak setuju dengan duet Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) maju Pilpres 2024.

Menurut Jamiluddin Ritonga, Megawati Soekarnoputri lebih condong untuk mendorong sang putri, Puan Maharani.

Baca Juga: PDIP Restui Gibran Maju Jadi Calon Pengganti Ganjar

"Sebab, Megawati mengharapkan kesinambungan trah Soekarno tetap berlangsung," ujar Jamiluddin kepada GenPI.co, Kamis (20/1).

Namun, rumor duet Prabowo-Jokowi tidak akan mengganggu hubungan PDIP dan Gerindra, khususnya antara Megawati-Prabowo. "Kedua ketum itu justru makin mesra dan solid dalam menduetkan Prabowo-Puan," kata Jamiluddin Ritonga.

Akademisi dari Universitas Esa Unggul menyebut, majunya Puan Maharani dengan Prabowo Subianto bisa membuat trah Soekarno akan tetap eksis. "Tidak hanya di internal PDIP, juga di kancah nasional," tegasnya.

Sebab, menurut Jamiluddin Ritonga, momentum ini hanya ada di Pilpres 2024. "Karena, lewat dari tahun tersebut trah Soekarno akan kehilangan momentum," jelasnya.

Kalau itu terjadi, Jamiluddin Ritonga menduga pengaruh trah Soekarno di level nasional akan meredup. "Bahkan dominasi trah Soekarno di PDIP bisa saja digeser oleh faksi lain yang juga menginginkan hal itu," tuturnya.

Jamiluddin Ritonga menjelaskan, Prabowo dengan Gerindra tampaknya tidak akan keberatan bila PDIP menyodorkan Puan Maharani.

"Duet Prabowo-Puan tampaknya akan menjadi kenyataan pada Pilpres 2024," jelasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel:

Video Pilihan