Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Senjata-senjata yang Mungkin Digunakan Rusia untuk Mengacak-acak Ukraina

Senjata-senjata yang Mungkin Digunakan Rusia untuk Mengacak-acak Ukraina Kredit Foto: Sputnik/Alexander Vilf
Warta Ekonomi, Kiev, Ukraina -

Rusia telah mengerahkan lebih banyak pasukan militer dan persenjataan ke perbatasan Ukraina. Amerika Serikat (AS) menduga, Rusia akan melakukan invasi ke Ukraina dalam waktu dekat.

Potensi invasi dapat membuat Moskow menggunakan berbagai sistem senjata yang berbeda. Berikut adalah lima senjata teratas yang bisa digunakan Rusia dalam serangan ke Ukraina, seperti dilansir Business Insider, Kamis (20/1/2022).

Baca Juga: Sinyal Perang Menyala, China, Rusia dan Iran Mulai Berani Tantang Amerika

1. Tank Tempur T-90

Tank tempur utama T-90 adalah tank terbaik dan paling teruji. T-90 telah digunakan dalam pertempuran di Dagestan, Ukraina, dan Suriah. Tank tipe ini memiliki beberapa tipe dan peningkatan kemampuan selama bertahun-tahun.

Tipe Armor adalah titik penjualan teratas tank T-90. Tank Armor reaktif eksplosif Kontakt-5 dibuat untuk melawan peluru sabot yang menembus musuh. Tank ini dapat memberikan perlindungan lebih besar ketimbang oleh baju besi Relikt modern.

Sementara, sistem penanggulangan pada tipe tank Shtora-1 berguna untuk menghalau rudal anti-tank dari musuh. Shtora-1 akan mengeluarkan sinyal inframerah yang mengganggu. Jika ada serangan dari tank lain, maka Shtora-1 secara otomatis mengirimkan peringatan dan mendistribusikan granat asap untuk menyembunyikan pergerakan.

Namun di sisi lain, T-90 mengalami kesulitan dalam Perang Saudara Suriah ketika militan menghancurkan lima tank tersebut dengan rudal anti-tank.  Ukraina akan bergantung pada rudal Javelin untuk melawan T-90. Tapi rudal itu tidak cukup untuk melawan semua tank Rusia.

Halaman:

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan