Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Terang Benderang, Jejak Habib Kribo Dibongkar Tanpa Ampun, Ternyata…

Terang Benderang, Jejak Habib Kribo Dibongkar Tanpa Ampun, Ternyata… Kredit Foto: Fajar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Jejak penceramah kontroversial Zein Assegaf alias Habib Kribo dibongkar seorang sahabatnya, Habib Bakar Smith. Masa lalu Habib Kribo itu diceritakan secara terperinci lewat cuitan di akun twitter Habib Bakar Smith.

“SISI LAIN DARI HABIB KRIBO Banyak orang hanya menilai orang dari outlook dan kesantunan yang dikemas demi pencitraan,” cuit Habib Bakar Smith dikutip Kamis (20/1/2022).

Habib Bakar melanjutkan, Habib Kribo adalah salah satu sahabat karibnya yang telah banyak membantu dirinya di masa lampau.

Baca Juga: Orang-orang Ini Justru Girang Habib Kribo Murtad: Mau Jadi Setan Juga Kita Nggak Peduli!

“Zen Assegaf adalah satu dari beberapa yang amat berjasa kepada saya sejak pulang ke Tanah Air dan punya saham dalam kehidupan saya sejak menginjakkan kaki di Cililitan Kecil sekitar 20 tahun silam. Saya takkan mampu menebus kedermawanan pria yang dikenal pemberani ini,” ungkapnya.

Jauh sebelum terkenal seperti sekarang ini, Habib Kribo kata Bakar Smith pernah menggeluti profesi akuntan. Karirnya moncer sejak usia muda. Dari pekerjaan ini pula Habib Kribo sukses hidup bergelimang harta.

Meski demikian Habib Kribo disebutnya tetap ringan tangan, dia menolong siapa saja yang sedang kekurang. Bahkan pintu rumahnya selalu terbuka bagi siapa saja yang sedang kesulitan.

“Saat menjalani profesi akuntan di beberapa perusahaan asing dan sukses dalam karir di usia muda. Rumahnya menjadi hotel bintang 5 gratis bagi siapapun dari luar Jakarta yang singgah dan bermalam bahkan tak jarang menjadi tamu lebih dari sebulan tanpa perubahan dalam kualitas pelayanan dan kehangatan,” bebernya. 

Namun, masa jaya Habib Kribo seketika runtuh dihantam ekonomi krisis moneter, Habib Kribo mulai kehilangan kliennya yang berimbas pada pendapatannya, sementara kebutuhan ekonomi terus meningkat. Belum lagi dia harus membiayai sekolah tiga orang putranya.

“Mungkin akibat hantaman badai ekonomi krisis moneter, Zen kehilangan klien-klien perusahaannya. Karena terbiasa berderma, Zen tak pernah mengeluhkan keadaan meski perlahan tapi pasti situasi finansialnya tak juga membaik sementara kebutuhan hidup, termasuk membiayai studi tiga puteranya juga beberapa anggota keluarganya,” tuturnya. 

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Populis. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Populis.

Editor: Rosmayanti

Bagikan Artikel:

Video Pilihan