Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Geger Jutaan Pekerja Asing Pilih Hengkang dari Arab Saudi karena...

Geger Jutaan Pekerja Asing Pilih Hengkang dari Arab Saudi karena... Kredit Foto: Reuters/Stringer
Warta Ekonomi, Riyadh -

Lebih dari 1,05 juta pekerja asing baik itu pria dan wanita telah meninggalkan pasar tenaga kerja Saudi. Hal ini karena penerapan biaya ekspatriat yang dimulai pada 2018. 

Angka yang mencapai 1 juta lebih orang itu, menurut laporan pemerintah, mewakili 10,12 persen dari total tenaga kerja asing. Mereka keluar dari pasar selama periode 45 bulan terakhir, mulai dari awal 2018 hingga akhir kuartal ketiga 2021. 

Baca Juga: Dunia Tercekik Harga Minyak, Pangeran Saudi: Tidak Ada Prihatin...

Keluarnya orang asing yang besar, sebagaimana dilansir laman Gulf News, Rabu (19/1), terutama disebabkan oleh penerapan biaya ekspatriat yang dimulai pada 2018. 

Jumlah biaya bulanan ekspatriat bisa mencapai 400 Riyal Saudi per karyawan selama 2018 dan meningkat menjadi 600 Riyal Saudi pada 2019 dan 800 Riyal Saudi pada 2020. 

Jumlah pekerja non-Saudi mencapai sekitar 10,42 juta pada akhir 2017 sebelum pengenaan biaya ekspatriat. Namun, angka ini mulai menurun dari tahun ke tahun mencapai sekitar 9,36 juta pada akhir kuartal ketiga 2021. 

Selama periode yang sama, jumlah pekerja laki-laki dan perempuan Arab Saudi melonjak 5,66 persen dengan peningkatan sekitar 179 ribu warga laki-laki dan perempuan, sehingga jumlah pekerja Arab Saudi menjadi 3,34 juta, dibandingkan dengan 3,16 juta pada akhir 2017. 

Jumlah pria dan wanita Saudi yang menaati aturan tersebut dan peraturan asuransi sosial setelah bergabung dengan Organisasi Umum untuk Asuransi Sosial (GOSI) melonjak 7,73 persen selama periode yang sama. 

Ada lebih dari 153 ribu karyawan pria dan wanita Arab Saudi mendapatkan akses ke database asuransi, sehingga jumlah total pekerja yang tunduk pada sistem ini menjadi sekitar 2,14 juta.   

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan