Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Xi Jinping Keras Berantas Korupsi, 10 Ribu Koruptor Berhasil Diseret Pulang

Xi Jinping Keras Berantas Korupsi, 10 Ribu Koruptor Berhasil Diseret Pulang Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Beijing -

Kebijakan Presiden China Xi Jinping memberantas korupsi nggak main-main. Para koruptor diuber hingga ke luar negeri. Tak kurang dari 10 ribu koruptor berhasil diseret pulang dan menjalani hukuman di dalam negeri.

Menurut catatan kelompok Hak Asasi Manusia (HAM), Safeguard Defenders, China tak segan-segan menggunakan kekerasan (tangan besi), memaksa warganya yang diduga korupsi kembali pulang.

Baca Juga: Bikin Pengumuman Mengejutkan, Xi Jinping Serukan Kerja Sama Dunia yang Lebih...

Dengan cara itu, China berhasil menarik pulang , hampir 10 ribu warganya yang berada di luar negeri. Proses itu sudah berjalan sejak 2014.

“Angka ini bisa saja lebih besar dari yang kami kumpulkan.China menggunakan agen khusus untuk mengumpulkan target,” tulis organisasi yang berbasis di Spanyol tersebut, dikutip Reuters, kemarin.

Berbeda dari data Safeguard Defenders, angka resmi dari pengawas antikorupsi China menunjukkan, sekitar 2.500 target berhasil ditarik pulang dalam dua tahun terakhir.

Akan tetapi, jumlah itu tidak termasuk tersangka yang ditangkap karena kejahatan non-ekonomi atau mereka yang bukan anggota Partai Komunis China.

Safeguard Defenders mengatakan, operasi perburuan koruptor itu dikenal dengan Fox Hunt Operation dan Sky Net Operation. Operasi ini menggunakan kombinasi metode non-yudisial, termasuk penculikan, pelecehan dan intimidasi.

Dampak operasi ini, keluarga maupun kerabat target juga ditahan dan dilecehkan agar saudaranya yang ada di luar negeri tersebut terpaksa kembali ke negaranya.

Sebelumnya, Presiden Xi Jinping menegaskan kembali akan terus berperang melawan korupsi jika negara ingin mencapai tujuan ekonomi dan politik.

Jinping berjanji akan bersikap keras terhadap pejabat Partai Komunis yang berpura-pura setia saat terlibat dalam kegiatan korupsi.

“Kita harus benar-benar menerapkan prinsip menjalankan pemerintahan yang ketat untuk memastikan tujuan dan tugas pembangunan terpenuhi,” kata Jinping. Menurutnya, situasi saat ini semakin parah dan kompleks.

Sebagai informasi, Jinping menggelar kampanye antikorupsi sejak menjabat pada 2012.

Presiden berusia 67 tahun itu juga mendesak badan pengatur dan otoritas China untuk memperketat pengawasan dan tata kelola di sektor keuangan. 

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan