Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Nama IKN Baru Nusantara, Omongan Natalius Pigai Ngeri: Di Papua Banyak Orang Dibunuh karena Nama Itu

Nama IKN Baru Nusantara, Omongan Natalius Pigai Ngeri: Di Papua Banyak Orang Dibunuh karena Nama Itu Kredit Foto: Instagram/Natalius Pigai
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Komisioner Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) periode 2012-2017, Natalius Pigai memberi komentar menohok terkait pemberian nama 'Nusantara' untuk Ibu Kota Negara (IKN) yang berlokasi di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim).

Ia menilai pemilihan kata 'Nusantara' yang merupakan nama baru IKN menuai masalah pada apa yang terjadi di tanah kelahirannya di Papua.

Baca Juga: Ahok Disebut Bakal Pimpin Nusantara Ibu Kota Baru, Luhut Blak-blakan: Pak Jokowi Sudah Menunjuk...

Menurutnya, nama itu menjadi alasan bahwa banyak orang terbunuh di sana. Sebab, kata dia, nama Nusantara seringkali menyebabkan pertikaian hingga berujung terbunuhnya banyak orang di sana.

Pigai juga merujuk pada artikel yang ia tulis pada 2020 dengan judul yang sama yakni 'Nusantara.'

"2020 sy sdh nulis artikel ilmiah soal "NUSANTARA". Di Papua byk org dibunuh MATI akibat kata "NUSANTARA", tulis Pigai dikutip dari akun Twitter pribadinya @NataliusPigai2, Jakarta, Rabu (19/1/2022).

Lebih lanjut, ia mengatakan, Nusantara dikatakan sebagai pagar pemisah yang meliputi (suku) Jawa beragama Hindu dengan suku-suku adat yang lain beragama IslNat

Natalius Pigai merupakan satu dari beberapa tokoh yang memprotes bahwa nama 'Nusantara' dirasa tidak mewakili tentang makna dari Ibu Kota Negara (IKN) baru, diantaranya ialah Fadli Zon yang mengatakan bahwa nama 'Jokowi' lebih tepat dijadikan nama IKN baru di Kaltim.

"Nusantara itu pagar pemisah, disintegratif, separatis dan segregatif antara Jawa Hinduism dan Suku2 lain dan juga Islam. Ini kutipan lain di tulisan saya 2020. @jokowi," jelasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Populis. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Populis.

Editor: Alfi Dinilhaq

Bagikan Artikel:

Video Pilihan