Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Yang Lama Berkonotasi Jelek, Turki Siap Ganti Nama Negara Menjadi Ini

Yang Lama Berkonotasi Jelek, Turki Siap Ganti Nama Negara Menjadi Ini Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Ankara -

Pemerintah Turki berencana untuk mengubah nama resmi yang diakui secara internasional dalam bahasa Inggris menjadi Türkiye. Pemerintah akan mendaftarkan perubahan nama itu ke PBB dalam beberapa pekan mendatang.

Pemerintah dapat mengubah nama dengan pemberitahuan sederhana ke PBB tetapi huruf Ü, yang tidak ada dalam alfabet Latin, bisa menjadi masalah. Seorang pejabat senior Turki mengatakan, mereka belum membahas masalah tersebut dengan PBB, tetapi dia berharap dapat segera menemukan solusi. Beberapa pengamat mengatakan salah satu solusi tersebut yaitu menggunakan "U" bukan "Ü" dalam nama baru.

Baca Juga: Ada yang Ingin Bikin Jokowi Kayak Erdogan dan Putin

“Waktu yang tepat untuk perubahan nama masih dalam pertimbangan pemerintah. Tapi prosesnya sedang berlangsung," kata seorang pejabat senior Turki dilansir Middle East Eye, Rabu (19/1/2022).

Seorang juru bicara PBB mengatakan, Turki telah menghubungi mereka mengenai kemungkinan perubahan nama tersebut.

“Misi Permanen Turki telah menghubungi Protokol PBB untuk membicarakan tentang prosedur perubahan nama negara, tetapi kami belum menerima komunikasi resmi apa pun,” kata juru bicara itu.

Upaya perubahan nama dimulai pada Desember setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan merilis sebuah memorandum dan meminta publik untuk menggunakan Türkiye guna menyebut negara itu dalam setiap bahasa. Menurut Erdogan, Türkiye adalah representasi dari budaya, peradaban, dan nilai-nilai rakyat Turki.

“Türkiye diterima sebagai nama untuk negara kita di tempat-tempat nasional dan internasional. Türkiye adalah representasi dan ekspresi terbaik dari budaya, peradaban, dan nilai-nilai rakyat Turki," ujar Erdogan.

Erdogan menyarankan perusahaan untuk menggunakan tulisqn "made in Türkiye" daripada "made in Turki" untuk barang ekspor mereka. Erdogan juga menginstruksikan lembaga negara menggunakan Türkiye dalam korespondensi mereka, terutama dengan organisasi internasional.

Halaman depan situs Kementerian Luar Negeri ditulis dengan “Republik Türkiye”. Misi luar negeri Turki di seluruh dunia sekarang juga menggunakan "Türkiye" dalam korespondensi mereka.

Kantor berita Anadolu dan TRT World sekarang menggunakan "Türkiye" dalam siaran berbahasa Inggris mereka. Salah satu artikel TRT World mencoba menjelaskan alasan penggunaan Türkiye dengan merujuk ke kamus bahasa Inggris.

Dalam kamus bahasa Inggris Cambridge, 'Turkey' didefinisikan sebagai sesuatu yang gagal dengan buruk atau orang yang bodoh atau konyol. Seorang jurnalis dan anggota dewan TRT, Meryem Ilayda Atlas, mengatakan, digitalisasi memudahkan semua orang untuk menggunakan “Türkiye” dalam bahasa Inggris.

 “Mengekspresikan diri Anda di luar batas bahasa Inggris adalah tren global. Türkiye adalah nama yang sangat tua yang memiliki arti bagi kami.  Sekarang berkat teknologi tidak ada masalah teknis seperti itu untuk menggunakan Türkiye dalam teks bahasa Inggris. Sementara di masa lalu komputer tidak akan mengenalinya," ujar Atlas.

Atlas mengatakan, serangan Xenofobia, Islamofobia sering menyamakan Turki dengan burung kalkun. Hal ini sangat menyakitkan bagi orang Turki. Menurutnya, menjaga nama baik suatu negara itu sangat penting. 

“Serangan Xenophobia, Islamophobia sering menyamakan Turki dengan burung kalkun. Menjaga reputasi suatu negara juga sangat penting," kata Atlas.

Halaman:

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan