Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jokowi Ngobrol Pakai Bahasa Jawa sama Mega, Arteria Bisa Gak Minta Jokowi Dipecat, Ayo Kalau Berani!

Jokowi Ngobrol Pakai Bahasa Jawa sama Mega, Arteria Bisa Gak Minta Jokowi Dipecat, Ayo Kalau Berani! Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Umar Hasibuan alias Gus Umar ikut mengecam sikap arogan politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan yang lantang meminta Kejaksaan Agung memecat Kajati Jawa Barat hanya karena berbicara dengan bahasa Sunda ketika rapat bareng DPR RI belum lama ini.

Gus Umar lantas menantang Arteria Dahlan untuk mendesak pemecatan Presiden Joko Widodo, lantaran orang nomor satu di RI ini disebut kerap berbicara bahasa di berbagai kesempatan termasuk ketika  sedang mengobrol dengan ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. 

“Kalau pak Jokowi bahasa jawa sama bu Mega apa ente berani minta Jokowi dipecat juga Arteria Dahlan?” Ayo kalau lo berani,” kata Gus Umar di akun Twitter pribadinya dikutip Kamis (19/1/2022).

Baca Juga: Ditodong Minta Maaf kepada Masyarakat Sunda, Ini Penjelasan Arteria Dahlan

Tidak hanya itu Gus Umar lantas mempersoalkan banyaknya anggota DPR RI yang juga kerap menggunakan bahasa Inggris, dia meminta Arteria juga bersikap keras kepada rekan-rekannya di DPR RI yang tidak menggunakan bahasa Indonesia. 

“Kenapa Arteria Dahlan gak ributin kalau rapat di DPR ada yang bahasa Inggris?” tuturnya.

Dengan pernyataan Arteria Dahlan yang seolah-olah anti terhadap penggunaan bahasa daerah tersebut, Gus Umar menilai kader PDI Perjuangan tersebut anti  keberagam. Untuk itu dia meminta Megawati segera memecat kadernya tersebut dari partai yang dipimpinnya.

“Bu Megawati yang terhormat, tolong pecat Arteria Dahlan karena dia anti keragaman. Kalian yang pemuja toleransi mana suaranya?” sindir Gus Umar.

Lebih lanjut menurut Gus Umar penggunaan bahasa daerah dalam sebuah resmi  bukan satu persoalan yang patut dibesar-besarkan. Dia menilai permintaan pemecatan Kejari dari Arteria Dahlan sudah kelewat batas.

“Apa salahnya Kajati Jabar berbahasa Sunda?” tukasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Populis. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Populis.

Editor: Rosmayanti

Bagikan Artikel:

Video Pilihan