Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bahaya, Amerika Serikat Sudah Tak Tahan, Korea Utara Bakal Kena Ganjaran...

Bahaya, Amerika Serikat Sudah Tak Tahan, Korea Utara Bakal Kena Ganjaran... Kredit Foto: AP Photo/Lee Jin-man
Warta Ekonomi, Washington -

Amerika Serikat tampaknya sudah tak tahan dengan manuver Korea Utara yang sudah 4 kali melakukan uji coba misil sejak awal tahun.

Negara adidaya itu dikabarkan menyerukan pertemuan baru dengan Dewan Keamanan PBB untuk membahas ganjaran berupa sanksi baru yang akan diberikan kepada Pyongyang.

Baca Juga: Luncurkan Rudal Taktis, Manuver Korea Utara Lagi Ampun-ampunan

Seorang diplomat yang berbicara dengan syarat anonim kepada AFP pada Selasa (18/1/2022) mengatakan bahwa pertemuan itu diperkirakan akan digelar pada Kamis (21/1/2022).

Dia menambahkan bahwa Albania, Inggris, Prancis, Irlandia dan Meksiko telah menyatakan dukungan untuk inisiatif AS itu.

Utusan AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield, dalam sebuah wawancara dengan The Washington Post juga  mengamini inisiatif pertemuan itu.

"Kami akan terus meningkatkan tekanan pada Korea Utara," kata dia.

Dalam pernyataan bersama, enam negara ---Albania, Inggris, Prancis, Irlandia, Jepang, dan Amerika Serikat-- telah meminta Korut untuk "menahan diri dari tindakan destabilisasi lebih lanjut."

Namun pemerintah Kim Jong Un mengabaikan seruan tersebut dan melanjutkan dengan lebih banyak uji coba.

Pekan lalu, setelah Washington memberlakukan sanksi terhadap lima warga Korea Utara yang terkait dengan program rudal balistik negara itu.

Amerika Serikat melakukan kampanye di Dewan Keamanan untuk memperpanjang sanksi PBB kepada lima orang yang sama.

Masalah itu sedang ditinjau, tetapi para diplomat percaya bahwa Rusia dan China akan memblokir tindakan hukum baru tersebut.

Dua negara yang memiliki hak veto di PBB itu telah berargumen untuk mencabut beberapa sanksi melumpuhkan yang menargetkan Korea Utara atas dasar kemanusiaan.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan