Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Suara Ledakan Meraung-raung di Sejumlah Kota Iran, Warga Kira Suara Mengerikan

Suara Ledakan Meraung-raung di Sejumlah Kota Iran, Warga Kira Suara Mengerikan Kredit Foto: AP Photo/Iranian Army
Warta Ekonomi, Teheran -

Media lokal dan unggahan di media sosial Iran melaporkan terdengar suara ledakan di beberapa kota di sebelah barat Iran. Namun, penyebab ledakan, Minggu (16/1/2022), masih belum diketahui.

Selama beberapa bulan terakhir terjadi sejumlah insiden serupa. Pihak berwenang mengatakan, militer Iran sedang menggelar latihan militer yang tidak diumumkan ke publik. Latihan itu digelar saat ketegangan dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) semakin memanas.

Baca Juga: Menlu Iran Kunjungi China Bahas Kemitraan Strategis

Kantor berita semiresmi Fars melaporkan gubernur Kota Asadabad mengatakan mendengar "suara yang mengerikan" tapi tidak jelas asalnya dari mana.

"Awalnya karena kondisi cuaca dikira suara petir, tapi kemungkinan itu dibuang," kata pejabat daerah.

"Di beberapa tempat insensitas suara menyebabkan pintu-pintu dan jendela-jendela rumah bergetar dan beberapa orang keluar rumah," kata situs berita Rokna dalam saluran Telegram mereka.

Dalam video yang diunggah di Twitter tampaknya suara itu berasal dari senjata anti-pesawat. Kantor berita Reuters tidak dapat memverifikasi rekaman tersebut.

Ketegangan antara Iran dan musuh bebuyutannya Israel semakin memanas. Sementara itu Teheran melakukan perundingan tidak langsung dengan Washington untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015 dengan kekuatan-kekuatan dunia di Wina.

Pemimpin Israel memperingatkan akan menggelar aksi militer ke Iran bila proses diplomasi agar Iran menghentikan program nuklirnya gagal. Teheran menegaskan ambisi nuklir mereka untuk perdamaian. 

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan