Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kencang Wacana Duet Eks Militer Prabowo dan AHY, Apa Bisa 'Meledakan' Kontestasi Pilpres 2024?

Kencang Wacana Duet Eks Militer Prabowo dan AHY, Apa Bisa 'Meledakan' Kontestasi Pilpres 2024? Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto digadang-gadang kuat akan maju lagi pada pertarungan Pilpres 2024.

Prabowo diisukan bakal menggandeng Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai wakilnya. Isu ini tercium usai terjadi pertemuan dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menakar kekuatan pasangan Prabowo-AHY, Peneliti Utama Indonesia Political Opinion (IPO) Catur Nugroho angkat suara.

Menurut dia, pasangan Prabowo-AHY bisa terjadi, tetapi dengan risiko kekalahan pada Pilpres 2024.

"Demokrat di bawah AHY tidak sekuat dulu. Jadi, saya pikir koalisi antara Gerindra dan Demokrat sangat kecil terjadi," ujar Catur dilansir dari GenPI.co, Sabtu (15/1).

Baca Juga: Dituding Punya Kepentingan Politik karena Melaporkan Anaknya Jokowi ke KPK, Ubed: Nggak Lah...

Catur menjelaskan kekuatan Demokrat pada pertarungan Pilpres 2024 bahkan tidak mampu mengungguli partai menengah.

Menurutnya, AHY belum mampu mengangkat Demokrat menjadi partai besar layaknya era SBY.

"Jadi, Gerindra akan lebih kuat jika berkoalisi dengan PKB atau PAN daripada Demokrat," jelasnya.

Selain itu, Catur kembali menyoroti pertemuan Prabowo dengan SBY beberapa waktu lalu ketika menghadiri penganugerahan profesor dr Terawan.

Menurutnya, momen pertemuan tersebut kecil kemungkinannya membahas soal koalisi antara Gerindra dan Demokrat.

Baca Juga: Pecah!!! Loyalis Jokowi Melaporkan Pelapor Gibran dan Kaesang, Ubedilah Santai: Dia Ini Apa Ya?

"Saya pikir tidak ada pembahasan ke sana (Pilpres 2024, red)," imbuhnya. (*)

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan