Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bahlil Lagi Bahlil Terus... Menteri Bahlil Dapat Sorotan Pengamat: Dia Sedang Ngelucu...

Bahlil Lagi Bahlil Terus... Menteri Bahlil Dapat Sorotan Pengamat: Dia Sedang Ngelucu... Kredit Foto: Antara/Jessica Helena Wuysang
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat politik Hendri Satrio menilai pernyataan Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia lagi lelucon alias ngelawak ke Presiden Jokowi.

Menurut Hendri, lelucon Bahli meskipun niatnya untuk menyenangkan presiden, namun tampaknya hal tersebut justru tidak disukai presiden.

“Saya dengar Pak Bahlil ini sangat dekat dengan Pak Presiden Jokowi, karena katanya suka menyenangkan presiden, jadi dia sering melucu, jadi saya menduga ini dia sedang ngelucu," kata Hendri di Jakarta, Jumat (14/1).

Sementara itu, Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima Indonesia) Ray Rangkuti menilai pernyataan Bahlil tidak tepat permintaan dunia usaha agar pemilu 2024 diundur.

Terlebih lagi, kata Ray, argumen dari Bahlil semata-mata hanya untuk kondusifitas perekonomian dan suara pengusaha saja.

Baca Juga: Pecah!!! Omongan Said Iqbal KSPI Nggak Main-main Soal Menteri Bahlil: Kau Dipilih Bukan untuk...

"Tidak ada argumen lain kecuali hal itu. Padahal, penting untuk memahami bahwa berbangsa dan bernegara tidak hanya sekedar mengelola aspek ekonomi," ucapnya.

Sebelumnya, Bahlil saat menjadi salah satu narasumber dalam Survei Indikator Politik menyampaikan bahwa kalangan usaha setuju masa jabatan Presiden diperpanjang dengan menunda Pemilu 2024 ke 2027.

Menurut dia, kalangan usaha mempertimbangkan pemulihan ekonomi yang optimal terlebih dulu baru kemudian menggelar Pemilu.

Baca Juga: Mahfud MD Bekoar Ada Menteri Minta Setoran 40 Miliar, Orang PPP Bersuara: Tidak Perlu...

“Itu jauh lebih baik ini hasil diskusi saya dengan mereka (pengusaha). Karena mereka ini baru selesai babak belur dengan pandemi, mau ditimpa lagi dengan persoalan politik," kata Menteri Bahlil.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan