Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pecah!!! Kader Partai Demokrat Kena Ciduk KPK, Kubu Moeldoko Kaitkan dengan AHY dan Mafia Cikeas

Pecah!!! Kader Partai Demokrat Kena Ciduk KPK, Kubu Moeldoko Kaitkan dengan AHY dan Mafia Cikeas Kredit Foto: Instagram/Agus Harimurti Yudhoyono
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala Departemen komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat kubu KSP Moeldoko Saiful Huda Ems memberikan perhatian khusus terhadap PD versi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Saiful mengatakan, PD versi AHY diduga terlibat dalam aliran uang skandal korupsi yang dilakukan kadernya.

Diketahui, kader PD versi AHY, yakni Bupati Penajam Paser Utara Kalimantan Timur, Abdul Gafur Mas'ud dan Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan, Nur Afifah Balqis ditetapkan sebagai tersangka skandal korupsi oleh KPK.

"Ada dugaan kuat bahwa korupsi yang dilakukan oleh para anak buah AHY di Kalimantan Timur itu digunakan untuk menyetor ke mafia Cikeas (PD versi AHY, Red)," katanya dilansir dari GenPI.co, Jumat (14/1).

Baca Juga: Cuitannya Disahut Ruhut, Yan Harahap Beri Tanggapan Menohok: Perbaiki Lagi ‘Teknik Menjilatmu’

Dia mengatakan, mendengar informasi yang sangat mengejutkan itu, pihaknya bertanya-tanya, adakah kemungkinan KPK memanggil AHY untuk dimintai keterangan.

"Semuanya mungkin saja terjadi. Namun, satu yang pasti sebagai bagian dari rakyat Indonesia, kami mendukung penuh pemberantasan korupsi," ujarnya.

Dia mengatakan, kader Partai Demokrat versi KSP Moeldoko meminta KPK untuk mengusut tuntas aliran dana korupsi di Penajam Paser Utara Kaltim ini sampai ke akar-akarnya 

Hal itu agar kelak jangan sampai terjadi lagi korupsi gila-gilaan dilakukan secara masif di berbagai daerah.

Sebab, korupsi merupakan momok menakutkan dalam keberlangsungan sebuah negara.

"Bangsa ini sudah trauma oleh korupsi Hambalang, kejahatan ini sudah harus segera dihentikan," ujarnya.(*)

Baca Juga: Anaknya Jokowi dan Kader PDIP Dilaporkan ke KPK, Ruhut Bikin Cuitan Nggak Terima Banget: Aku Mohon…

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan