Bukan Kaleng-kaleng! Baru Masuk Penjara, Ferdinand Mau Ajukan Penangguhan sambil Bawa Tokoh Ini

Bukan Kaleng-kaleng! Baru Masuk Penjara, Ferdinand Mau Ajukan Penangguhan sambil Bawa Tokoh Ini Kredit Foto: Antara/Reno Esnir

Tersangka kasus ujaran kebencian Ferdinand Hutahaean bakal mengupayakan penangguhan penahan setelah dijebloskan ke penjara pada Senin (10/1/2022) lalu. Ferdinand dihukum buntut cuitan ‘Allahmu Lemah’ yang bikin heboh baru - baru ini. 

Kuasa hukum Ferdinand, Ronny Hutahaean membenarkan rencana tersebut. Kliennya itu disebutnya bakal mengajukan penangguhan penahan pekan depan.

Salah satu alasan pengajuan penangguhan penahan itu karena mantan politisi Partai Demokrat itu menjadi satu - satunya  tulang punggung keluarga.  Selain itu kondisi kesehatannya juga menjadi alasan lainnya. Ferdinand diklaim sedang mengalami gangguan saraf selama dua tahun terakhir ini.

Baca Juga: Ngeri! Novel Bamukmin Minta Jenderal Dudung Segera Susul Habib Bahar dan Ferdinand Hutahaean

Untuk memuluskan rencana penangguhan penahan itu, Ferdinand kata Ronny bakal mengajukan sejumlah nama tokoh politik dan tokoh agama sebagai penjamin. Sayangnya ketika dipertegas siapa saja tokoh yang bakal pasang badan untuk Ferdinand tersebut, Ronny enggan memberikannya lebih jauh dengan berbagai alasan.

“Aduh, kalau itu aku kurang paham betul, karena keluarga yang berkomunikasi dengan tokoh politik maupun agama,” kata Ronny Jumat (14/1/2022).

Dengan menyodorkan tokoh politik dan tokoh agama, lanjut Ronny besar harapan keluarga agar Bareskrim Polri mengabulkan permohonan tersebut. 

Dengan penjamin yang bukan orang sembarangan itu, Ronny yakin Ferdinand tidak akan kabur dari perkara yang membelitnya sekarang ini sebagaimana yang dikhawatirkan pihak penyidik ketika memutuskan untuk menahan Ferdinand setelah mentersangkakan pegiat media sosial itu. 

“Intinya keluarga sudah menyampaikan itu. Kira-kira tokoh agama politik siapa yang bisa menjamin agar Mabes Polri bisa mempertimbangkam dengan baik,” ujar Rony.

Lihat Sumber Artikel di Populis Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Populis. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Populis.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini