DPR Kritisi Wacana Kenaikan Tarif Tiket KRL

DPR Kritisi Wacana Kenaikan Tarif Tiket KRL Kredit Foto: Antara/Wahyu Putro A

Anggota Komisi V DPR RI Toriq Hidayat menyatakan wacana kenaikan tarif KRL Commuter Line yang ada pada saat ini, bila jadi direalisasikan maka dinilai tidak selaras dengan semangat kebijakan untuk menggalakkan penggunaan angkutan umum oleh masyarakat.

"Kenaikan tarif berpotensi melemahkan semangat masyarakat menggunakan moda transportasi umum masal. Ini tidak sesuai dengan kampanye pemerintah terkait peningkatan kesadaran penggunaan angkutan umum massal perkotaan dan non motorized transportation (NMT) pada hari kesehatan Internasional yang diperingati setiap 7 April," ucap Toriq Hidayat dalam rilis di Jakarta, Jumat.

Menurut Toriq, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menaikkan tarif dasar KRL Commuter Line karena berbagai pertimbangan seperti naiknya sejumlah harga kebutuhan pokok, seperti minyak goreng.

Baca Juga: Buruh Minta Setop Pembahasan Perbaikan UU Cipta Kerja, DPR Langsung...

Selain itu, ujar dia, daya beli masyarakat yang ada di berbagai daerah saat ini dinilai masih rendah akibat dampak pandemi Covid-19.

"Pandemi belumlah usai, bahkan ada potensi varian baru Covid-19, yang hadirkan ancaman gelombang ketiga. Seharusnya pemerintah menambah subsidi atas moda transportasi umum ini, daripada berwacana untuk menaikkan tarif," kata Toriq.

Dirinya mengingatkan bahwa sepanjang tahun 2021 terjadi penurunan pengguna KAI Commuter Line, yaitu untuk wilayah operasi Jabodetabek turun sebanyak 19,6 persen dibanding jumlah pengguna KRL Jabodetabek sepanjang tahun 2020.

"Akibat pandemi, hampir 20 persen jumlah pengguna KAI Commuter Line Jabodetabek turun pada tahun 2021. Namun potensi kenaikan ke depan cukup besar, mengingat sebagian masyarakat mengaku tidak punya pilihan lain sebagai transportasi dengan akses cepat dan lebih nyaman," sebut Toriq.

Ia menambahkan masyarakat sangat mengapresiasi KAI dengan berbagai pencapaian kinerja dan upaya inovasi serta modernisasi layanan KRL Commuter Line di masa pandemi sehingga jangan apresiasi ini dapat berubah karena wacana kenaikan tarif.

Baca Juga: Panas! DPRD DKI Geram Gara-Gara Pemprov DKI Berkilah saat Jelaskan Tunjangan Anies Baswedan

Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih mempertimbangkan kapan waktu yang tepat untuk memberlakukan tarif baru layanan kereta rel listrik (KRL).

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan saat ini pihaknya melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian belum memutuskan kenaikan tarif KRL tersebut. 

"Penyesuaian tarif tersebut masih dalam pengkajian. Pemerintah masih mengkaji kapan waktu yang tepat untuk penyesuaian ini mempertimbangkan situasi yang ada," ujar Adita, Kamis (13/1/2022).

Lihat Sumber Artikel di Akurat Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Akurat.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini