Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kota Terpencil Australia Catat Rekor Suhu Terpanas 50,7 Derajat Celsius

Kota Terpencil Australia Catat Rekor Suhu Terpanas 50,7 Derajat Celsius Kredit Foto: Reuters/Loren Elliott
Warta Ekonomi, Sydney -

Sebuah kota terpencil di Australia Barat, Onslow, telah menyamai rekor hari terpanas di negara itu dalam 62 tahun, Kamis (13/1) sore waktu setempat. Biro Meteorologi mencatat panas terik mencapai 50,7 derajat Celcius di kota tersebut.

"Catatan suhu maksimum Australia Barat BARU dan rekor suhu Nasional yang sama!" tulis Biro Meteorologi negara bagian di Twitter, seperti dikutip laman Channel News Asia, Jumat (14/1).

Baca Juga: Tempel Jepang, Australia Pasang Kuda-Kuda kuat untuk Lawan China

"Onslow mencapai suhu yang belum pernah terjadi sebelumnya, 50,7 derajat Celcius yang merupakan rekor Australia Barat dan sama dengan hari terpanas Australia yang ditetapkan 62 tahun yang lalu di Oodnadatta SA," imbuh Biro Meteorologi.

Negara itu terakhir mencatat suhu 50,7 derajat Celcius pada 2 Januari 1960 di Bandara Oodnadatta Australia Selatan. Direktur riset Dewan Iklim Dr Martin Rice mengatakan rekor itu adalah bagian dari tren pemanasan global jangka panjang yang didorong oleh pembakaran batu bara, minyak dan gas.

Dia mengatakan suhu ekstrem sudah memiliki konsekuensi bencana yang mematikan di Australia.

"Gelombang panas adalah pembunuh diam-diam di Australia, mereka menyebabkan lebih banyak kematian daripada peristiwa cuaca ekstrem lainnya," katanya.

Australia telah mengalami musim panas yang dilihat dari kebakaran hutan di barat negara itu dan banjir mematikan di pantai timurnya. Rice mengatakan, tanpa pengurangan emisi gas rumah kaca, rekor suhu seperti itu bisa menjadi hal biasa di Australia.

"Di Sydney dan Melbourne, kita akan melihat hari-hari musim panas 50 derajat pada tahun 2030," katanya. Biro Meteorologi diharapkan untuk mengkonfirmasi catatan resmi pada Jumat sore setelah pemeriksaan kontrol kualitas selesai.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan