Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Wanita Diduga Mata-Mata Partai Komunis China Berulah, M15 Inggris pun Bergerak

Wanita Diduga Mata-Mata Partai Komunis China Berulah, M15 Inggris pun Bergerak Kredit Foto: Reuters/Carlos Barria
Warta Ekonomi, London -

Seorang wanita yang sebagai mata-mata lantaran bekerja atas nama Partai Komunis China telah berusaha untuk mempengaruhi anggota parlemen Inggris secara tidak pantas.

Hal itu dikatakan juru bicara House of Commons dalam sebuah surat kepada anggota parlemen pada hari Kamis (13/1/2022).

Baca Juga: Diplomat Top Rusia dan China Evaluasi Kondisi di Kazakhstan

Pembicara Lindsay Hoyle mengatakan dinas intelijen domestik MI5 Inggris yang menguak kedok wanita itu.

“Dia telah terlibat dalam kegiatan campur tangan politik atas nama Partai Komunis China, terlibat dengan Anggota di sini di Parlemen,” ungkap Hoyle dalam pernyataannnya.

Wanita tersebut dikatakan telah memfasilitasi sumbangan keuangan untuk melayani dan calon anggota Parlemen atas nama warga negara asing yang berbasis di Hong Kong dan China.

Iain Duncan Smith, mantan pemimpin Partai Konservatif yang berkuasa di Inggris yang telah diberi sanksi oleh China karena menyoroti dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang mengeluarkan komentar terkit hal itu.

“Ini adalah masalah yang sangat memprihatinkan, kata kepaada parlemen.

Hubungan Inggris dengan China telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir karena masalah termasuk Hong Kong dan Xinjiang.

Tahun lalu MI5 mendesak warga Inggris untuk memperlakukan ancaman mata-mata dari Rusia, Cina dan Iran dengan kewaspadaan seperti terhadap terorisme.

Mata-mata Inggris mengatakan China dan Rusia masing-masing berusaha mencuri data sensitif komersial dan kekayaan intelektual Inggris.

Mereka juga situding serta ikut campur dalam politik domestik dan menabur informasi yang salah.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan