Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Rusia Sangat Mungkin Kerahkan Militer ke Kuba dan Venezuela, Semua Bergantung Amerika

Rusia Sangat Mungkin Kerahkan Militer ke Kuba dan Venezuela, Semua Bergantung Amerika Kredit Foto: AP Photo/Thomas Peter
Warta Ekonomi, Moskow -

Rusia pada Kamis (13/1/2022) dengan tajam menolak untuk mengesampingkan pengerahan militernya ke Kuba dan Venezuela.

Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov menegaskan hal itu dapat terjadi jika pembicaraan gagal dan tekanan Amerika Serikat terhadap Rusia meningkat.

Baca Juga: Perang Ukraina di Depan Mata, NATO dan Rusia Masih Temui Jalan Buntu, Waspada!

"AS ingin melakukan dialog tentang beberapa elemen situasi keamanan ... untuk meredakan ketegangan dan kemudian melanjutkan proses pengembangan geopolitik dan militer di wilayah baru, mendekati Moskow," katanya, dilansir Associated Press.

Berbicara dalam sebuah wawancara dengan TV RTVI Rusia, Ryabkov mencatat bahwa "semuanya tergantung pada tindakan rekan-rekan AS kami."

Pernyataan Ryabkov mengikuti komentarnya bulan lalu yang membandingkan ketegangan saat ini di Ukraina dengan Krisis Rudal Kuba 1962, ketika Uni Soviet mengerahkan rudal ke Kuba dan AS memberlakukan blokade laut di pulau itu.

Krisis itu berakhir setelah Presiden AS John F. Kennedy dan pemimpin Soviet Nikita Khrushchev setuju bahwa Moskow akan menarik rudalnya sebagai imbalan atas janji Washington untuk tidak menyerang Kuba dan penghapusan rudal AS dari Turki.

Ryabkov mengatakan penolakan oleh AS dan sekutunya untuk mempertimbangkan permintaan utama Rusia untuk jaminan terhadap ekspansi aliansi ke Ukraina dan negara-negara bekas Soviet lainnya membuat sulit untuk membahas masalah-masalah seperti pengendalian senjata dan langkah-langkah membangun kepercayaan yang menurut Washington siap bernegosiasi.

“Kami tidak punya tempat untuk mundur,” jelasnya menambahkan.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan