Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Akselerasi Ekonomi 2022, Airlangga: Pengendalian Pandemi Masih Prioritas

Akselerasi Ekonomi 2022, Airlangga: Pengendalian Pandemi Masih Prioritas Kredit Foto: Instagram/Airlangga Hartarto
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sinyal pemulihan ekonomi dunia sudah mulai terlihat di beberapa negara, termasuk Indonesia. Perekonomian global diproyeksikan akan tumbuh sebesar 4,3%-4,9% (yoy) di 2022. Perekonomian Indonesia sendiri berhasil tumbuh positif pada Kuartal II dan III tahun lalu. Pertumbuhan tersebut diproyeksikan akan terus meningkat yang terlihat dari perkembangan beberapa indikator utama.

Dalam rangka mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 diperlukan strategi khusus yang dapat diimplementasikan di dalam negeri dan dengan menyesuaikan kondisi yang terjadi pada perekonomian global.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pengendalian pandemi masih akan menjadi prioritas utama di 2022, dimana kesuksesan dalam mengatasi lonjakan akibat varian Delta di pertengahan tahun lalu akan menjadi pembelajaran berharga dalam mengatasi varian Omicron tersebut. Baca Juga: Ekonomi Pulih, Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri Mulai Naik

"Dengan demikian, momentum pemulihan ekonomi juga dapat terus dijaga melalui pengendalian kondisi sektor kesehatan," ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (13/1/2022).

Selain pengendalian dari sisi kesehatan, lanjut dia, pemerintah tetap melanjutkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan alokasi anggaran Rp414 triliun, yang akan mendorong front-loading dan melanjutkan elemen fleksibilitas untuk menyesuaikan situasi pandemi. Program PEN juga akan meningkatkan daya beli masyarakat dan menjaga keberlangsungan sektor bisnis.

“Aktivitas manufaktur dan indeks kepercayaan konsumen bertahan di level ekspansi. Hal ini sejalan dengan penjualan ritel yang juga meningkat akibat bertambahnya permintaan. Pelonggaran mobilitas masyarakat yang disertai penerapan protokol kesehatan tetap akan mendukung keberlanjutan pemulihan ekonomi tahun ini,” ungkap Airlangga.

Fundamental ekonomi nasional juga diperkuat dengan perbaikan di sektor eksternal dan keuangan. Neraca perdagangan mampu menghasilkan surplus untuk 19 bulan berturut-turut dan penanaman investasi di dalam negeri pun meningkat di tahun 2021. Sementara itu, kebijakan moneter yang akomodatif menyebabkan perluasan penyaluran kredit dengan rasio kredit macet berada di kisaran 3%.

“Optimisme investor terus dipertahankan, diperlihatkan dengan rating kredit Indonesia yang terjaga, meskipun berada dalam tekanan pandemi selama tahun kemarin. Pemerintah berkomitmen melanjutkan hal ini untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi. Selain itu, koordinasi kebijakan makro ekonomi juga akan terus diperkuat untuk memberi sentimen positif di 2022, sehingga pertumbuhan ekonomi kita diproyeksikan dapat menyentuh angka 5,2% (yoy) di akhir tahun mendatang,” jelas Airlangga.

Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman

Bagikan Artikel:

Video Pilihan