Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Israel Kecolongan! Yahudi Dimanfaatkan untuk Membantu Intelijen Iran, yang Didapat Dahsyat

Israel Kecolongan! Yahudi Dimanfaatkan untuk Membantu Intelijen Iran, yang Didapat Dahsyat Kredit Foto: Antara/REUTERS/Carlo Allegri
Warta Ekonomi, Yerusalem -

Sebanyak 5 orang Yahudi Israel ditangkap oleh dinas keamanan Shin Bet karena dituduh membantu seorang agen intelijen Iran.

Shin Bet pada Rabu (12/1/2022) mengatakan bahwa agen Iran bernama Rambod Namdar itu sering berpura-pura menjadi orang Yahudi dalam mengumpulkan informasi dan membuat koneksi di Israel, Shin Bet mengatakan Rabu.

Baca Juga: Di Ambang Kehancuran, Iron Dome dan Industri Dirgantara Israel

Dinas keamanan itu mengungkap, salam beberapa kasus para tersangka mengatakan kepada penyelidik bahwa mereka mengetahui bahwa Namdar mungkin adalah seorang agen intelijen Iran.

Namun mereka tetap melanjutkan komunikasi dengannya.

Kelima tersangka —empat wanita dan satu pria— semuanya adalah imigran Yahudi dari Iran atau keturunan imigran Iran. 

Nama mereka dilarang dipublikasikan di bawah perintah pembungkaman yang dikeluarkan pengadilan yang diminta oleh pengacara mereka.

Menurut Shin Bet, para tersangka mengambil foto tempat-tempat penting yang strategis di Israel, termasuk Konsulat AS di Tel Aviv.

Kelima orang itu juga  berusaha untuk membentuk hubungan dengan politisi dia memberikan informasi tentang pengaturan keamanan di lokasi yang berbeda, dan melakukan pelanggaran-pelanggaran lainnya.

Semuanya mereka lakukan atas arahan agen Iran Namdar, dengan imbalan ribuan dolar.

“Dua dari tersangka juga berusaha meyakinkan putra mereka untuk bergabung dengan unit Intelijen Militer IDF,”  kata Shin Bet.

Namun, Shin Bet mengeklaim bahwa para tersangka  memiliki akses ke materi rahasia yang signifikan.

Karenanya  tidak ada indikasi bahwa jaringan mata-mata ini secara serius membahayakan keamanan nasional Israel. 

Namun, hal itu mengungkapkan titik lemah potensial yang dapat digunakan oleh Iran di masa depan.

“Saya meminta warga Israel untuk waspada terhadap upaya ini. Mungkin orang di balik informasi yang Anda konsumsi atau bagikan di jaringan adalah orang Iran,” kata Perdana Menteri Naftali Bennett pada hari Rabu menanggapi berita kasus tersebut.

 Bennett memperingatkan bahwa lengan panjang dari lembaga pertahanan akan menjangkau siapa saja yang mencoba untuk merusak keamanan Israel.

Seorang pejabat Shin Bet dalam pernyataan menyebut bahwa tindakan para tersangka telah menempatkan diri mereka sendiri, keluarga mereka dan warga Israel yang tidak bersalah dalam bahaya.

“Karena informasi mereka ditransfer ke intelijen Iran, di samping informasi yang diserahkan tentang situs Israel dan situs Amerika di Israel, yang akan digunakan untuk tujuan teroris,” kata dia 

Kelima tersangka didakwa selama sebulan terakhir di Pengadilan Distrik Yerusalem.

Dua dari tersangka adalah suami dan istri, berusia 40-an, yang tinggal di pinggiran kota Tel Aviv, Holon. 

Menurut Shin Bet, sang istri, yang bekerja sebagai presenter di sebuah stasiun radio telah berhubungan dengan Namdar selama beberapa tahun.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan