Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Amerika Klaim Jadi Pendonor Tunggal Terbesar di Afghanistan, Berapa Jumlahnya?

Amerika Klaim Jadi Pendonor Tunggal Terbesar di Afghanistan, Berapa Jumlahnya? Kredit Foto: Reuters/Francois Lenoir
Warta Ekonomi, Washington -

Amerika Serikat (AS) akan mengucurkan dana sebesar 308 juta dolar atau setara Rp 4,4 triliun (dengan kurs Rp 14.305 per dolar AS) untuk membantu Afghanistan menangani krisis kemanusiaan. Selain itu, Washington bakal memberikan bantuan vaksin Covid-19.

“Hari ini AS mengumumkan bantuan kemanusiaan baru senilai 308 juta dolar untuk rakyat Afghanistan dan satu juta dosis vaksin Covid-19 yang diberikan melalui (program) Covax (total 4,3 juta dosis). Kami tetap menjadi donor tunggal bantuan kemanusiaan terbesar di Afghanistan,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Emily Horne lewat akun Twitter-nya, Selasa (11/1/2022).

Baca Juga: Kondisi Rakyat di Afghanistan Bikin Prihatin, Indonesia Gerak Cepat Kirim Bantuan

Dia menekankan, AS berkomitmen mendukung rakyat Afghanistan. “Kami terus mempertimbangkan semua opsi yang tersedia bagi kami. Kami mendukung rakyat Afghanistan,” ucap Horne.

Pengumuman AS itu muncul tak lama setelah PBB menyampaikan bahwa mereka membutuhkan dana sebesar 5 miliar dolar AS tahun ini untuk menangani krisis kemanusiaan di Afghanistan. PBB meminta dunia berpartisipasi dalam membantu negara tersebut.

“Bencana kemanusiaan besar-besaran tampak. Pesan saya mendesak; jangan tutup pintu bagi rakyat Afghanistan. Bantu kami meningkatkan dan mencegah kelaparan yang meluas, penyakit, kekurangan gizi, dan akhirnya kematian,” kata kepala bantuan PBB Martin Griffiths, Selasa.

Dari total dana yang dibutuhkan PBB, sebanyak 4,4 miliar dolar AS di antaranya bakal digunakan untuk memenuhi kebutuhan esensial di internal di Afghanistan.

Sementara 623 juta dolar AS diperlukan untuk menyokong kehidupan jutaan warga Afghanistan yang berlindung di luar perbatasannya. Menurut PBB, terdapat 5,7 juta pengungsi Afghanistan yang terlantar di lima negara tetangga. Mereka membutuhkan bantuan vital tahun ini.

Sebanyak 4,7 juta orang di Afghanistan diperkirakan atau berisiko menderita gizi buruk akut tahun ini. Angka itu termasuk 1,1 juta anak-anak.

Griffiths mengatakan, tanpa bantuan kemanusiaan, bencana kelaparan, kematian, dan perpindahan massal di Afghanistan akan berlanjut. Sebaliknya, jika donor internasional mengalir, rakyat Afghanistan dapat memperoleh keamanan dan jaminan hidup.

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grandi mengungkapkan, tujuan paket bantuan untuk Afghanistan adalah menstabilkan situasi di negara tersebut. Dengan demikian, banjir migran ke negara-negara tetangga Afghanistan dapat dihindari atau dicegah. 

“Pergerakan orang itu akan sulit diatur, di daerah dan sekitarnya, karena tidak akan berhenti di daerah. Jika upaya ini tidak berhasil, kami harus meminta 10 miliar dolar AS tahun depan, bukan 5 miliar dolar AS," kata Grandi menjelaskan. 

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan