Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Topang Perekonomian di Masa Pandemi, Kinerja Fintech Patut Diapresiasi

Topang Perekonomian di Masa Pandemi, Kinerja Fintech Patut Diapresiasi Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perusahaan financial technology perlu diapresiasi dan perlu diberikan penghargaan karena telah mencatatkan kinerja positif dan menopang perekonomian di masa era Pandemi ini. 

Duniafintech.com selaku media riset dan artikel serta berita pertama yang membahas fintech secara spesifik di Indonesia, mengambil langkah. Mereka melakukan apresiasi tersebut dengan kembali menggelar Duniafintech Awards untuk kedua kalinya. Acara tersebut akan dilaksanakan pada 18 Januari 2022. 

“Perusahaan financial technology menjadi penopang di era digitalisasi. Bahkan, fintech juga mampu mengangkat perekonomian dan mensejahterakan masyarakat Indonesia di saat pandemi,” kata Chief Editor, Survey and Research Duniafintech.com Gemal A.N. Panggabean, di Jakarta, Kamis (6/1/2022). Baca Juga: Begini Cara Fintech Bantu Pemerintah Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

"Seperti yang dikatakan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, fintech sudah memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional. Fintech mampu menyumbang kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 0,45% dan produk domestik bruto (PDB) sebesar lebih dari Rp60 triliun,” sambung Gemal.

Salah satu sector fintech yang mendominasi adalah fintech P2P lending atau fintech lending. Penyaluran dana pinjaman juga terus meningkat. Dari data Otoritas Jasa Keuangan, total penyaluran pinjaman telah mencapai Rp272,4 triliun dari 104 penyelenggara. Total penerima mencapai 71 rekening dan 789 ribu rekening pemberi pinjaman.

Sepanjang 2021 sampai Oktober, fintech lending mampu menyalurkan pinjaman ke sektor produksi sebesar Rp 67 triliun atau mencapai 53,63 persen dari total penyaluran. Ini menunjukkan peningkatan penyaluran aktiva produktif dari tahun ke tahun semakin tinggi.

“Data OJK dan pernyataan Wapres Ma’ruf Amin sudah menjadi bukti pencapaian perusahaan fintech yang berizin resmi di Indonesia,” katanya. 

Gemal juga menyinggung soal fintech ilegal yang meresahkan masyarakat. Menurutnya, seluruh stakeholder terus memerangi praktik pinjol ilegal dan mengharapakan pemerintah terus melakukan tindakan, misalnya tindakan secara hukum. Di satu sisi pinjol ilegal diberantas, maka fintech berizin resmi dan pencapaian yang baik juga perlu diapresiasi.

“Jika pinjol ilegal ditindak, maka fintech resmi yang bekerja keras dan berkontribusi besar perlu diberikan penghargaan. Jadi, hanya fintech resmi yang dan dengan kinerja yang baik yang kita beri penghargaan di Duniafintech Awards,” katanya.

Sementara itu, Duniafintech Awards tidak hanya memberikan penghargaan kepada perusahaan pinjaman online resmi saja. Juga ada beberapa kategori lain, mengingat fintech tidak hanya sebatas pinjaman online atau P2P Lending saja. Baca Juga: Perubahan Perilaku Konsumen Era Digital, Ini Dia 6 Peran Kontribusi Fintech Menurut IFSoc

Salah satunya adalah kategori insurtech. Duniafintech Awards akan memberikan penghargaan kepada Lifepal.co.id sebagai Startup Insurtech Terbaik. Sejak pandemi, Lifepal telah mencatat pertumbuhan yang agresif dengan penggunterdaftar tumbuh 12 kali lipat sehingga saat ini sudah mencapai 500 ribu pengguna. 

Co Founder Lifepal.co.id, Benny Fajarai mengatakan bahwa apresiasi dari Duniafintech.com merupakan bukti komitmen dan dedikasi Lifepal untuk terus menjadi insurance marketplace terdepan di Indonesia.

“Lifepal mendedikasikan penghargaan ini kepada ratusan ribu pengguna yang telah memberikan kepercayaan dalam memperoleh asuransi terbaik bersama kami. Apresiasi dari Duniafintech.com merupakan bukti komitmen dan dedikasi Lifepal untuk terus menjadi insurance marketplace terdepan di tanah air melalui teknologi, sehingga mampu memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan asuransi dengan mudah dan transparan,” katanya.

Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman

Bagikan Artikel:

Video Pilihan