Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Prospek EBT Masih Menjanjikan, Kencana Energy Siapkan Rencana Ekspansi di 2022

Prospek EBT Masih Menjanjikan, Kencana Energy Siapkan Rencana Ekspansi di 2022 Kredit Foto: Kencana Energi Lestari
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) tengah melakukan uji tuntas (due dilligence) dengan beberapa calon investor strategis untuk mendukung rencana ekspansi proyek pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT) pada tahun 2022.

Perseroan juga dalam proses menyelesaian akuisisi proyek baru yakni pembangkit listrik mini hidro (mini hydroelectric power plant) berkapasitas 10 Megawatt (MW), biomassa berkapasitas 5 MW, dan konstruksi pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 1,3 MW.

Karel Sampe Pajung, Direktur Operasional Perseroan, mengatakan saat ini perseroan didukung tiga pembangkit listrik hidro (di atas 10 MW) yang masuk dalam portofolio yakni PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Pakkat berkapasitas 18 MW di Sumatra Utara (Sumut), PLTA Air Putih 21 MW di Bengkulu dan PLTM Madong 10 MW di Sulawesi Selatan (Sulsel), sehingga total kapasitas mencapai 49 MW.

"Kami optimistis EBT masih sangat menjanjikan dan memiliki prospek yang sangat baik untuk dikembangkan di Indonesia guna menggantikan posisi energi fosil yang masih sangat diandalkan hingga kini, tetapi persediaannya semakin menipis dari hari ke hari," katanya, dalam paparan publik, di Jakarta, Kamis (28/12/2021).

Baca Juga: Pemerintah Jagokan PLTS Guna Capai Target 23% EBT pada 2025

Sepanjang tahun lalu, perseroan berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan usaha sebesar 7,22% menjadi US$ 25,39 juta atau setara dengan Rp 363 miliar (kurs Rp 14.230/US$) dibandingkan realisasi pendapatan pada 2019 sebesar US$ 23,68 juta.

Pertumbuhan pendapatan tersebut menopang laba tahun berjalan yang melesat sebesar 136,9% menjadi US$ 8,6 juta atau setara Rp 123 miliar dari realisasi laba pada 2019 sebesar US$ 3,6 juta. Tahun lalu, laba komprehensif juga melejit 151,48% menjadi US$ 8,82 juta dari tahun sebelumnya US$ 3,51 juta.

Margin laba bersih atau net profit margin (NPM) juga meroket 121% menjadi 34% dari 15,4%, tingkat pengembalian aset atau return on asset (ROA) naik 114% menjadi 3% dari sebelumnya 1,4% dan tingkat pengembalian ekuitas atau return on equity (ROE) juga pun naik 129% menjadi 5,5% dari sebelumnya 2,4%.

“Kinerja keuangan tahun lalu mencerminkan bahwa pandemi Covid-19 memang berdampak buruk bagi perekonomian nasional, tetapi masih dapat dihadapi perseroan dengan kinerja yang cukup positif di sepanjang 2020.", ujar Giat Widjaja Direktur Keuangan Perseroan.

Menurut Giat Widjaja, salah satu faktor pertumbuhan kinerja tahun lalu dikontribusikan oleh peningkatan produksi listrik sebesar 105,6% menjadi 213,6 GWh (Gigatwatt Hours) dari tahun 2019 sebesar 103,9 GWh. "Hal ini dikarenakan telah beroperasinya PLTA Air Putih di awal tahun 2020 serta pendapatan proyek PLTM Madong yang meningkat 50,6 persen," jelasnya.

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Bagikan Artikel:

Video Pilihan