Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Puluhan Warga Sipil Tewas Dibakar, PBB Mengutuk Serangan Membabi Buta Junta Militer Myanmar

Puluhan Warga Sipil Tewas Dibakar, PBB Mengutuk Serangan Membabi Buta Junta Militer Myanmar Kredit Foto: Getty Images
Warta Ekonomi, Yangon -

PBB menuntut penyelidikan menyeluruh dan terbuka atas laporan 35 warga sipil yang tewas dan tubuh mereka dibakar di Myanmar timur, Minggu (26/12/2021). PBB menyebut tindakan yang juga menghilangkan dua staf Save the Children itu mengerikan.

Dua staf Save the Children dilaporkan masih belum ditemukan setelah kendaraan mereka termasuk di antara beberapa orang diserang dan dibakar dalam insiden di negara bagian Kaya.

Baca Juga: Ngeri! 30 Orang Tewas Dibakar Junta Myanmar di Hari Natal

Sebuah kelompok pemantau dan media lokal menyalahkan serangan itu pada pasukan militer.

"Saya mengutuk insiden menyedihkan ini dan semua serangan terhadap warga sipil di seluruh negeri, yang dilarang berdasarkan hukum humaniter internasional," kata Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Kemanusiaan Martin Griffiths seperti dilansir laman Al Jazeera, Senin (27/12/2021).

Ia meminta pihak berwenang untuk segera memulai penyelidikan menyeluruh dan transparan atas insiden tersebut sehingga pelaku dapat segera dibawa ke pengadilan.   

"Selain itu, saya menyerukan kepada Angkatan Bersenjata Myanmar dan semua kelompok bersenjata di Myanmar untuk mengambil semua tindakan untuk melindungi warga sipil dari bahaya," ujarnya menambahkan.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Myanmar pada Minggu (26/12/2021) mengaku terkejut dengan apa yang mereka sebut serangan barbar di negara bagian Kayah. Serangan itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 35 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak.

"Kami akan terus mendesak pertanggungjawaban para pelaku kampanye kekerasan yang sedang berlangsung terhadap rakyat Burma," katanya dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan