Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Emiten Perkapalan Ini Keruk Berkah dari Kenaikan Harga Komoditas

Emiten Perkapalan Ini Keruk Berkah dari Kenaikan Harga Komoditas Kredit Foto: HCML
Warta Ekonomi, Jakarta -

Emiten perkapalan, PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) memperoleh berkah dengan adanya tren kenaikan harga komiditas termasuk harga minyak mentah. Perseroan memandang bahwa kondisi tersebut membuka peluang untuk mengikuti tender angkutan lepas pantai pengobaran Migas (Minyak dan Gas).

Direktur CANI, Yanuar Chayadi Wijaya menuturkan bahwa setelah sejak tahun 2018 hingga 2020 mengalami penurunan kini harga minyak mentah sudah kembali normal.

Alhasil, banyak tender pengadaan angkutan lepas pantai dari KKKS (Kontraktor Kontrak Kerjasama) Migas.

“Saat ini kami sedang melihat proses tender yang sedang berjalan, proyek proyek dari KKKS. Dan ini yang sedang kami ikuti,” ungkapnya dalam paparan publik secara virtual, di Jakarta, Rabu(22/12/2021).

Baca Juga: Volume Lalu Lintas Kembali Normal, Emiten Pengelola Jalan Tol Ini Optimis Cetak Kinerja Positif

Ia menambahkan, tender tersebut untuk tahun buku 2022 dan diharapkan hasilnya akan segera diketahui dalam waktu dekat.

Lebih lanjut Ia mengungkapkan jika perseroan juga telah menyiapkan strategi untuk lepas dari zona rugi dalam berapa tahun belakangan. Salah satunya dengan pembenahan berapa unit kapal dengan mengikuti kontrak kerja 2022. “Rugi terbesar itu akibat penyusutan aset,” kata dia.

Dengan begitu, perseroan pun menargetkan pada tahun buku 2022 telah menbukukan laba usaha senilai USD239,75 ribu dan pendapatan sebesar USD5,97 juta.

Menurutnya, perseroan telah berhasil memperbaiki kinerjanya ditengah banyaknya tantangan salah satunya Pandemi Covid-19. Hal itu dapat terlihat dari perolehan pendapatan Perseroan yang meningkat di sepanjang tahun 2020-2021, dibandingkan dengan pencapaian pendapatan pada tahun 2019-2020.

Kenaikan pendapatan tersebut adalah sebesar AS$ 1.004.178 atau sekitar 60,7% dari tahun sebelumnya. Sementara di sepanjang tahun 2020-2021, Perseroan membukukan rugi neto mencapai (AS$ 1.861.179), atau membaik dibandingkan di sepanjang tahun 2019-2020, Perseroan membukukan rugi neto mencapai (AS$ 5.629.553). 

Baca Juga: Emiten Perkebunan Konglomerat Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno Putuskan Jadi Perusahaan Investasi

"Kontribusi terbesar Pendapatan Perseroan pada tahun 2020-2021, berasal dari jasa penyewaan kapal Time Charter yang menyumbang sebesar AS$2.659.028 atau 100,0% dari keseluruhan jumlah pendapatan, sedangkan pada tahun 2019-2020, pendapatan dari jasa penyewaan kapal Time Charter sudah mengkontribusikan sebesar AS$1.654.850 atau 100,0% dari keseluruhan jumlah pendapatan,"kata Direktur CANI, Yanuar C Wijaya, dalam Public Expose yang digelar, Rabu (22/12/20210), di Jakarta. 

Di sepanjang tahun 2020-2021, Yanuar mengaku, Perseroan tidak menambah maupun menjual atau melepaskan armada kapalnya. Dengan demikian, Perseroan hingga saat ini masih memiliki 46 unit armada kapal dan 2 unit Crawler Crane. 

"Akibat Pandemi Covid-19, memang ada bebera kapal kita yang tidak beroperasi (idle). Akibatnya, ada yang dibebankan oleh Perseroan untuk kapal-kapal tersebut seperti biaya ausransi kapal, beban bunga atas pinjaman kapal tersebut, bahkan kami harus mengurus perizinan kapal yang sudah kadaluarsa,"ucapnya.

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Bagikan Artikel:

Video Pilihan