Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Karena Alasan Ini, Menlu Taliban Ingin Punya Hubungan yang Baik dengan Amerika

Karena Alasan Ini, Menlu Taliban Ingin Punya Hubungan yang Baik dengan Amerika Kredit Foto: AP Photo/Muhammad Farooq
Warta Ekonomi, Kabul -

Menteri Luar Negeri Afghanistan di bawah kepemimpinan Taliban, Amir Khan Muttaqi, mengatakan kepada Associated Press bahwa, Taliban menginginkan hubungan baik dengan semua negara termasuk Amerika Serikat (AS).

Muttaqi menolak komentar Komandan Militer Tertinggi AS, Frank McKenzie yang mengatakan bahwa, kelompok ekstremis Alqaeda mulai tumbuh sedikit di Afghanistan sejak pasukan AS hengkang pada akhir Agustus. 

Baca Juga: Duit Rp4 Triliun bakal Mengalir ke Afghanistan, Taliban Dipastikan Tak Kecipratan karena...

Dalam kesepakatan Februari 2020 yang menjabarkan persyaratan penarikan pasukan AS, Taliban telah berjanji untuk memerangi terorisme dan tidak akan membiarkan Afghanistan menjadi sarang kelompok teroris. Muttaqi mengatakan, Taliban telah menepati janji tersebut. Termasuk janji untuk tidak menyerang pasukan AS dan NATO selama fase akhir penarikan pada akhir Agustus.

“Sayangnya, (selalu) ada tuduhan terhadap Islamic Emirate of Afghanistan, tetapi tidak ada bukti. Jika McKenzie punya bukti, dia harus memberikannya. Dengan percaya diri saya dapat mengatakan bahwa ini adalah tuduhan yang tidak berdasar," ujar Muttaqi.

Sementara itu, militan ISIS telah meningkatkan serangan terhadap patroli Taliban dan agama minoritas dalam empat bulan terakhir. Afiliasi ISIS di Afghanistan telah menargetkan masjid-masjid Syiah di ibu kota provinsi Kunduz dan Kandahar. Mereka juga kerap melakukan serangan terhadap kendaraan Taliban.

Muttaqi mengatakan, dalam beberapa pekan terakhir Taliban telah menang melawan kelompok afiliasi ISIS. Hal ini terbukti bahwa tidak ada serangan besar pada bulan lalu. 

Kemampuan Washington untuk melacak aktivitas ISIS di Afghanistan telah terhambat sejak penarikan pasukan. Muttaqi mengatakan, dia tidak bisa membayangkan jika suatu saat nanti Taliban dapat bekerja sama dengan AS dalam pertempuran melawan kelompok ISIS.

Muttaqi mengungkapkan harapan bahwa, seiring dengan berjalannya waktu, AS akan mengubah kebijakannya terhadap Afghanistan karena melihat bukti bahwa negara yang diperintah Taliban adalah keuntungan bagi Amerika.

“Poin terakhir saya adalah untuk Amerika, untuk bangsa Amerika; Anda adalah bangsa yang besar dan Anda harus memiliki cukup kesabaran dan hati yang besar untuk berani membuat kebijakan di Afghanistan berdasarkan aturan internasional dan degradasi, untuk mengakhiri perbedaan, memperpendek jarak antara kami dan memilih hubungan baik dengan Afghanistan," kata Muttaqi.

Halaman:

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan