Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pengamat Sebut Menteri Ini Harus Kena Reshuffle tetapi Jokowi Nampaknya Belum Berani karena...

Pengamat Sebut Menteri Ini Harus Kena Reshuffle tetapi Jokowi Nampaknya Belum Berani karena... Kredit Foto: Antara/ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc
Warta Ekonomi -

Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah angkat bicara terkait isu reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Trubus, sapaan akrabnya memprediksi bahwa Presiden Jokowi bakal mereshuffle kabinet dalam waktu dekat.

"Kalau dilihat dari nuansa secara politik, kelihatannya Presiden Jokowi mau melakukan reshuffle kabinet," ujar Trubus kepada GenPI.co, Kamis (9/12).

Baca Juga: Bukan Membela, Ahli Jelaskan Mengapa Hukuman Mati kepada Heru Hidayat Adalah Sebuah Hal yang Keliru

Trubus menjelaskan bahwa ada sejumlah nama menteri yang layak direshuffle.

Menurutnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita jadi salah satu menteri yang layak direshuffle.

"Menteri Perindustrian itu harus diganti sebenarnya," kata Trubus.

Namun, menurut Trubus, Presiden Jokowi belum berani mereshuffle menteri-menteri yang berasal dari partai politik (parpol) koalisi pemerintah.

Adapun Agus Gumiwang merupakan menteri yang berasal dari parpol koalisi yakni Partai Golkar.

"Kecuali ada alasan yang kuat, misalnya dahulu Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo karena korupsi" jelas Trubus.

Baca Juga: Wah... Firli Bahuri di Depan Jokowi: 46,5 Triliun Potensi Kerugian Negara Telah Diselamatkan!

Untuk diketahui, isu reshuffle menteri mencuat setelah pergantian Panglima TNI.

Jenderal TNI Andika Perkasa dipilih sebagai Panglima TNI menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Sementara itu, Hadi Tjahjanto disebut-sebut bakal menjadi menteri baru di kabinet Presiden Jokowi.(*)

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan