Pemko Medan Bentuk Forum Multisektor Atasi TBC, Ini Alasannya...

Pemko Medan Bentuk Forum Multisektor Atasi TBC, Ini Alasannya... Kredit Foto: Khairunnisak Lubis

Dalam mendukung upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC), pada bulan Juli 2021 yang lalu Pemerintah Kota Medan membentuk Forum Multi Sektor (FMS) Percepatan Eliminasi TBC Kota Medan melalui Surat Keputusan (SK) Walikota Medan Nomor: 440/03.K/VII/2021 tentang Forum Multi Sektor Percepatan Eliminasi Tuberkulosis Kota Medan.

Dr. Mardohar Tambunan M.Kes, Ketua FMS dan Plt. Dinas Kesehatan Kota Medan, mengatakan bahwa alasan terbentuknya FMS dilatarbelakangi situasi penanggulangan TBC di Kota Medan, di mana dari estimasi 18.963 kasus TBC di Kota Medan di tahun 2021, hanya 20% yang sudah terlaporkan per awal Desember 2021.

Baca Juga: Ternyata Oh Ternyata... Diabetes Juga Bisa Merujuk pada Masalah Penyakit Kanker Pankreas, Kok Bisa?

"Untuk mengatasi rendahnya penemuan kasus ini, perlu sinergitas dari setiap pihak untuk saling berkolaborasi dalam upaya meningkatkan tamuan kasus TBC di Kota Medan. Eliminasi TBC tidak akan tercapai apabila hanya satu sektor saja yang bekerja," katanya, Selasa (7/12/2021) sore.

FMS Kota Medan turut melibatkan unsur pentahelix, yaitu unsur pemerintahan, untuk korporasi/swasta, unsur masyarakat/komunitas, unsur akademisi, unsur asosiasi profesi, dan unsur media. Forum ini terbentuk atas kerja sama Dinas Kesehatan Kota Medan dengan Yayasan KNCV Indonesia melalui program Mandiri-TB yang didanai oleh USAID.

"Sejak diterbitkannya SK ini, FMS Kota Medan telah melakukan sejumlah kegiatan dalam upaya penanggulangan TBC di Kota Medan," ujarnya.

Drs. Erwinsyah, Pelaksana Sekretaris Bank Sumut mengatakan bahwa Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) sebagai mitra dari unsur korporasi/swasta memberikan dukungan tambahan nutrisi bagi pasien tuberkulosis resistan obat (TBC RO) yang berpenghasilan rendah, yang disalurkan melalui organisasi pasien (PESAT).

"Harapan dari dukungan ini dapat membantu dalam mempercepat pemulihan pasien sehingga mereka dapat kembali beraktivitas," ujarnya.

Listiani, Ketua PESAT, mengatakan bahwa PESAT sebagai organisasi pendamping pasien melakukan pendampingan pasien TBC Resistan Obat (RO) di Kota Medan. Dalam FMS, PESAT merupakan perwakilan unsur komunitas.

"Kami juga turut membantu pemerintah pusat dalam mendistribusikan dukungan masker dan hand sanitizer kepada pasien TBC RO di Kota Medan," ujarnya.

Pendampingan pasien TBC RO sangat penting karena lamanya pengobatan TBC RO, serta efek samping obat dan stigma di masyarakat. "Kami mendampingi dan memotivasi pasien agar bisa sembuh selama berobat teratur hingga tuntas. Melalui FMS ini, kami juga termotivasi dalam melakukan pendampingan bahwa kerja untuk TBC ini kami tidak sendiri," pungkasnya.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini