Meluas, PSI Minta Anies Baswedan Segera Atasi Banjir Rob di Kelurahan Ancol

Meluas, PSI Minta Anies Baswedan Segera Atasi Banjir Rob di Kelurahan Ancol Kredit Foto: Instagram/Anies Baswedan

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memprioritaskan penanganan banjir rob di Kelurahan Ancol, Jakarta Utara. Pasalnya, telah terjadi banjir rob di 24 RT yang mayoritas berada di Kelurahan Ancol selama lima hari terakhir. Banjir rob juga turut menggenangi kawasan Taman Impian Jaya Ancol pada Selasa, 7 Desember 2021.

"Banjir tersebut disebabkan oleh tingginya air laut dan bersifat tahunan terjadi. Tiap tahun disinyalir jumlah titik yang terdampak banjir rob di Kelurahan Ancol terus bertambah. Berarti ada perluasan dampak banjir rob di wilayah tersebut," kata anggota Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI DKI Jakarta William Aditya Sarana saat dihubungi, Rabu (8/12/2021).

Baca Juga: TransJakarta Alami Kecelakaan Berkali-Kali, Pengamat Geram Akan Sikap Anies Baswedan yang Abai

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyampaikan, pembangunan tanggul di Jakarta Utara dapat menjadi solusi dalam mengatasi banjir rob di area tersebut. Namun, PSI menilai wacana itu sudah terbilang terlambat.

"Seharusnya, pembangunan tersebut sudah dilakukan sejak pertama kali Gubernur Anies menjabat, tidak menunggu akhir masa jabatan seperti sekarang ini," ujar William.

Terlebih, lanjut William, Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim menyatakan belum ada upaya peninggian pada tanggul di kawasan dermaga dan muara Jakarta Utara, termasuk di Pelabuhan sunda Kelapa. Hal ini membuat tanggul tidak mampu menahan rob.

Maka dari itu, PSI merekomendasikan agar Pemprov DKI Jakarta segera mempercepat pembangunan bagian tanggul National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) yang merupakan porsi tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta.

Selain itu, Pemprov DKI juga dinilai perlu untuk menyiagakan lebih banyak pompa air mobile di daerah-daerah rawan banjir rob. Upaya ini bertujan agar air dapat segera surut ketika banjir terjadi.

William menambahkan, Pemprov DKI sebaiknya membuat polder atau kolam air untuk menampung jumlah air yang berlebih agar tidak menggenangi pemukiman warga, khususnya daerah-daerah yang rawan banjir rob.

Pemprov DKI juga perlu memastikan tidak ada penyempitan di mulut sungai. "Dengan mengeruk lumpur dan tanah agar peningkatan volume air yang tidak dapat lagi ditampung oleh sungai tidak menggenangi area pemukiman warga," tutupnya.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini