Kimia Farma Panen Durian Runtuh!

Kimia Farma Panen Durian Runtuh! Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Industri farmasi menjadi salah satu yang paling diuntungkan selama masa pandemi Covid-19. Tak heran, kinerja keuangan sejumlah perusahaan farmasi pun menjadi kinclong, termasuk PT Kimia Farma Tbk (KAEF) milik BUMN.

Bak panen durian runtuh, Kimia Farma meraup laba bersih hingga Rp301,93 miliar pada kuartal ketiga 2021. Nilai tersebut melonjak signifikan 711,86% dari laba bersih kuartal ketiga 2020 lalu yang hanya Rp37,19 miliar. Kenaikan tersebut ditopang oleh capaian penjualan yang juga tumbuh positif dalam sembilan bulan pertama tahun ini. Baca Juga: Dihantam Pandemi, Produk Unit Link Sokong Pertumbuhan Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Jadi Rp149,36 T

Kimia Farma mencatat, penjualan bersih naik 34,61% dari Rp7,05 triliun per September 2020 menjadi Rp9,49 triliun per September 2021. Penjualan lokal menyumbang nilai paling besar, di mana kontribusinya naik dari Rp6,87 triliun pada Q320 menjadi Rp9,34 triliun pada Q321. Sementara penjualan luar negeri mengalami penurunan dari Rp173,62 miliar menjadi Rp150,99 miliar.

Total aset Kimia Farma tercatat naik dari awalnya Rp17,56 triliun pada akhir Desember 2020 menjadi Rp18,85 triliun pada akhir September 2021. Total liabilitas dan total ekuitas Kimia Farma meningkat masing-masing menjadi Rp11,61 triliun dan Rp7,24 triliun pada akhir September 2021.

Kimia Farma Panen Durian Runtuh!

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini