Dihantam Pandemi, Produk Unit Link Sokong Pertumbuhan Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Jadi Rp149,36 T

Dihantam Pandemi, Produk Unit Link Sokong Pertumbuhan Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Jadi Rp149,36 T Kredit Foto: Antara/Saptono

Industri asuransi jiwa menorehkan kinerja positif meski di tengah tekanan pandemi Covid-19. Total pendapatan, termasuk pendapatan premi asuransi jiwa kompak meningkat pada kuartal ketiga tahun 2021.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan, total pendapatan industri asuransi jiwa naik 38,7% dari Rp123,55 triliun pada kuartal ketiga 2020 menjadi Rp171,36 triliun pada kuartal ketiga 2021. Sementara itu, total pendapatan presmi tercatat tumbuh 11,5% dari Rp133,99 triliun pada Q320 menjadi Rp149,36 triliun pada Q321. Baca Juga: Kemakan Iming-Iming Cuan Jumbo dari Aset Kripto? Big No No, Bikin Buntung!

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon, mengungkapkan bahwa industri asuransi dapat menunjukkan tren positif meski masih terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Q321 ini. Hal itu didukung oleh mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat perihal proteksi melalui asuransi. 

"Meningkatnya kepercayaan masyarakat serta pandemi Covid-19 yang makin menumbuhkan kesadaran akan asuransi jiwa, industri asuransi mencatat pertumbuhan total pendapatan premi sebesar 11,5%," ungkapnya kepada media, Rabu, 8 Desember 2021.

Bahkan, pertumbuhan industri asuransi pada tahun ini dapat lebih baik daripada tahun 2019 ketika pandemi belum melanda. Per kuartal ketiga 2019 lalu, total pendapatan dan total pendapatan premi asuransi jiwa masing-masing hanya Rp166,09 triliun dan Rp146,43 triliun.

Ia menambahkan, kontributor terbesar atas pertumbuhan pendapatan premi disumbang oleh kenaikan premi bisnis baru sebesar 17,6% dengan nilai Rp94,2 triliun. Sementara itu, premi lanjutan bertumbuh 2,4% atau setara dengan Rp55,15 triliun pada Q321.

Berdasarkan produknya, asuransi unit link masih menjadi sumber pendapatan premi paling besar, yakni dengan kontribusi mencapai 62,5% dari total pendapatan premi. Secara tahunan, produk unit link tumbuh 9% menjadi Rp93,31 triliun per September 2021. Sementara untuk produk tradisional, nilainya tumbuh 15,7% menjadi Rp56,04 triliun.

"Produk unit link masih mendominasi dengan kontribusi 62,5%, secara year on year unit link tumbuh 9%," sambungnya.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini