Percaya Nggak Percaya, Kepuasan Terhadap Kinerja Presiden Jokowi Terkuak! Hanya...

Percaya Nggak Percaya, Kepuasan Terhadap Kinerja Presiden Jokowi Terkuak! Hanya... Kredit Foto: Antara/Setpres/Agus Suparto/Handout

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra mengungkap tingkat kepuasan masyarakat kepada Presiden Jokowi makin merosot.

Pemaparan itu terungkap dalam diskusi 'Pemulihan Ekonomi Masa Pandemi dan Dampak Konstelasi Politik 2024' yang dilakukan secara daring.

Menurut Dedi, penurunan kepuasan masyarakat kepada Presiden Jokowi terasa dalam tiga bulan terakhir, yakni pada Agustus 2021.

Baca Juga: Dukung Jokowi 3 Periode, Eh.. Surya Paloh Diginiin Pengamat, Jleb Banget!

"Kepuasan kepada Presiden Jokowi hanya mencapai angka 51 persen, sebelumnya pada periode survei Agustus 2021 masih di angka 52 persen," ucap Dedi dari Jakarta, Sabtu (4/12/2021).

Selain itu, tingkat ketidakpuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi juga hanya sebesar 47 persen dengan 2 persen di antaranya ragu-ragu.

Menurut Dedi, jika dibandingkan dengan survei Agustus 2021, angka ketidakpuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi hanya mencapai 41 persen dengan 7 persen penilaian ragu-ragu.

Dia menjelaskan peningkatan angka ketidakpuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi disinyalir terkait penanganan pandemi Covid-19.

"Persepsi kepuasan publik terhadap kinerja Presiden dalam penanganan pandemi masih belum dominan, cenderung makin menurun jika dibandingkan dengan survei periode Agustus 2021," ungkapnya.

Dedi menambahkan, peningkatan ketidakpuasan kepada Presiden Jokowi pun berangkat dari bidang sosial, hukum, dan politik.

Sementara itu, lanjut Dedi, yang lebih menarik ialah angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan persentase jumlah pemilih Presiden Jokowi pada Pilpres 2019.

Baca Juga: "Jokowi Kelihatannya Kurus Tapi..."

Seperti diketahui, Survei IPO dilakukan pada 29 November hingga 2 Desember 2021.

Metode survei memiliki pengukuran kesalahan (sampling error) 2.50 persen dan tingkat akurasi data 95 persen.

Pengambilan sample menggunakan teknik multistage random sampling atau pengambilan sample bertingkat dengan sample sejumlah 1200 responden.(*)

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini