Reshuffle Bukan Sekedar Reshuffle, Pengamat: Harus Menjadi Entry Point untuk Melakukan...

Reshuffle Bukan Sekedar Reshuffle, Pengamat: Harus Menjadi Entry Point untuk Melakukan... Kredit Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia Democratic Policy Satyo Purwanto memberi tanggapan terkait isu reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Seperti diketahui, istana memiliki tradisi dan kebiasaan unik dalam mengumumkan reshuffle kabinet pada Rabu Pon yang akan jatuh pada tanggal 8 Desember 2021 nanti.

Menurutnya, langkah Jokowi tersebut akan dianggap sebagai upaya pemerintah untuk mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat.

Baca Juga: Nahloh... Nadiem Makarim Diisukan Kena Reshuffle, Begini Kata Pengamat

“Reshuffle kali ini tidak hanya sebagai momentum perbaikan. Oleh karena itu, langkah ini juga harus menjadi entry point untuk melakukan evaluasi,” ujar Satyo kepada GenPI.co, Sabtu (4/12).

Sebab, menurut Satyo, menteri-menteri Jokowi dalam kabinet saat ini banyak yang bermimpi untuk menjadi Capres 2024.

“Sedangkan menteri-menteri yang tidak menjadi bawahan langsung dari Jokowi hanya bisa diam dan kebingungan untuk melakukan apa kedepannya. Sayang sekali,” ucapnya.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul berharap Jokowi tidak mengakomodir partai politik untuk masuk ke dalam kabinet.

Sebab, menurutnya hal tersebut hanya akan membebani presiden di periode keduanya.

Baca Juga: Tanggapi Ancaman Jokowi, IPW: Kasihan Kapolda...

"Saya kira tidak perlu lagi Presiden Jokowi mengakomodir dari orang-orang partai politik," ujar Adib.

Adib berpendapat bahwa partai politik hanya ingin mendapatkan kursi menteri untuk kepentingan kelompoknya dan tidak bisa memenuhi visi misi presiden.

"Kalau mengakomodir orang-orang partai sama saja memberikan lahan bagi mereka, toh ujungnya sebenarnya mereka mencari amunisi saja untuk 2024," tandasnya. (*)

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini