Harga Komoditas Naik, Airlangga: Peluang Emas Pemulihan Ekonomi

Harga Komoditas Naik, Airlangga: Peluang Emas Pemulihan Ekonomi Kredit Foto: Kemenko Perekonomian

Harga komoditas yang terus meningkat khususnya kelapa sawit dapat menciptakkan peluang emas bagi negara produsen untuk mendukung perbaikan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 yang masih terus menghantui dan dapat menghambat laju pemulihan perekonomian global.

Di 2021, nilai ekspor minyak sawit mencapai US$29 miliar, meningkat 115% jika dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk menjaga momentum positif minyak sawit berkelanjutan, Indonesia sedang dalam proses memfinalisasi sertifikasi rantai pasok minyak kelapa sawit downstream.

Demikian yang disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri 9th Ministerial Meeting Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) di Jakarta, Sabtu (4/12/2021). Dalam kesempatan itu, Menko Airlangga berperan menjadi Ketua Delegasi Indonesia serta menjadi Chairperson bersama Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Datuk Zuraida Kamaruddin. Baca Juga: Airlangga Optimis RI Kuasai Pasar Minyak Sawit Dunia

“Tren berkembang mengenai kebijakan diskriminatif terhadap minyak sawit akan merugikan pembangunan sektor minyak sawit. Maka itu, penting bagi CPOPC untuk mempertahankan peran pentingnya untuk mendukung dan menjaga kepentingan bersama negara-negara produsen minyak sawit,” ujar Menko Airlangga.

Selain dihadiri Menko Airlangga dan Menteri Zuraida, hadir pula dalam meeting ini Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Kolombia Rodolfo Enrique Zea Navarro; Menteri Pertanian dan Peternakan Papua Nugini John Simon; Wakil Menteri Pertanian dan Peternakan Honduras David Ernesto Wainwright; dan High Commissioner Ghana untuk Malaysia Akua Sekyia Ahenkora; sebagai negara observer.

Lebih lanjut, Airlangga menyoroti beberapa capaian penting dalam pertemuan ini. Pertama, anggota CPOPC telah menyetujui Protokol untuk mengubah piagam CPOPC. Baik anggota maupun anggota baru akan mengikuti prosedur ratifikasi internal untuk mengadopsi dokumen tersebut.

"Anggota yang masuk akan memperkuat organisasi CPOC dan meningkatkan upaya kami untuk mempromosikan pengembangan kelapa sawit berkelanjutan secara global. Dalam organisasi yang baru, Direktur Eksekutif akan ditingkatkan menjadi Sekjen," katanya.

Selanjutnya, Politisi Partai Golkar ini juga menyebutkan, CPOPC telah mengadopsi Kerangka Prinsip Global tentang Minyak Sawit Berkelanjutan. Kerangka kerja ini akan menetapkan kerangka kerja keterlibatan CPOPC dengan mitra internasional yang relevan, terutama sistem PBB serta organisasi internasional terkait lainnya, untuk mencapai visi bersama CPOPC dalam mengembangkan percontohan untuk referensi berkelanjutan global untuk semua minyak nabati.

"Upaya ini harus sejalan dengan prioritas kami untuk meningkatkan penerimaan keberlanjutan kelapa sawit dan skema sertifikasi nasional kami. Mitra internasional, termasuk produsen minyak nabati utama lainnya, harus menjadi bagian dari strategi dan tujuan akhir," ungkapnya. Baca Juga: Presidensi G20, Airlangga: Indonesia Siap Bawa Dunia Keluar dari Krisis

Ketiga, CPOPC juga telah mengadopsi Strategi dan Arah Kebijakan, yang akan menjadi pedoman koordinasi antar Negara Anggota dalam mengembangkan strategi bersama di pasar global. 

Strategi ini tidak terbatas pada manajemen penawaran, permintaan dan perkiraan harga, tetapi juga semua masalah kritis yang dihadapi oleh anggota dan non-anggota dengan cara yang lebih koheren dan terkoordinasi.

"CPOPC telah dan akan selalu melakukan kampanye advokasi global, yang didasarkan pada argumen ilmiah dan berbasis bukti untuk mempromosikan minyak sawit berkelanjutan, terutama dalam melawan sentimen negatif yang meningkat," paparnya.

Salah satu kandidat Capres 2024 ini bilang, dengan dimulainya kepemimpinan Indonesia di G20 bulan ini, CPOPC akan melihat kemungkinan untuk memanfaatkan forum ini untuk mempelopori perspektif dan kepentingan negaranegara produsen minyak sawit.

Adapun salah satu visi utama CPOPC adalah memberdayakan kehidupan jutaan petani kelapa sawit di banyak negara penghasil minyak sawit.

"Forum Petani Global merupakan kegiatan penting yang memfasilitasi dan mengkonsolidasikan keprihatinan petani kelapa sawit global dan membantu mereka dalam mencapai standar keberlanjutan sebagaimana ditetapkan dalam SDGs PBB," tutup Airlangga.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini