Biar Nggak Kecele, Ini Jurus Ampuh Investasi dari LPS

Biar Nggak Kecele, Ini Jurus Ampuh Investasi dari LPS Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Pandemi Covid-19 membuat pergerakan atau mobilitas masyarakat menjadi terbatas. Imbasnya banyak masyarakat yang menyimpan uangnya di bank dan menginvestasikannya di berbagai instrumen investasi. Namun, rendahnya literasi keuangan menyebabkan mereka kurang memahami investasi. Ujung-ujungnya bukannya untung, tidak sedikit masyarakat yang malah mengalami kerugian.

Melihat kondisi tersebut, Lembaga Penjamin Simpanan memberikan kiat-kiat yang harus diperhatikan sebelum berinvestasi. Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, secara umum ada empat hal yang harus diperhatikan masyarakat dalam berinvestasi. Pertama adalah dengan mengenali kebutuhan dan kemampuan. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengutang untuk berinvestasi. 

"Apalagi sampai mengambil pinjaman di pinjol (pinjaman online). Sederhananya, kalau punya uang lebih kita investasi. Kita harus sadar dengan kemampuan keuangan kita. Lalu, jangan seluruh penghasilan kita investasikan," katanya di Jakarta, Kamis (2/12/2021). Baca Juga: Genjot Literasi, ini yang Disiapkan LPS Buat Investor Pemula

Kiat kedua adalah mengenali produk dan jasa keuangan. Purbaya menekankan, hal ini perlu dilakukan masyarakat jika ingin berinvestasi. Jangan sampai, kata Purbaya, masyarakat berinvestasi hanya karena mengikuti teman yang lebih dulu berinvestasi di suatu instrumen tanpa terlebih dahulu mempelajarinya.

Kiat selanjutnya yaitu mengenali manfaat dan risiko. "Prinsip sederhana investasi itu, high risk high return yaitu imbal hasil yang tinggi memiliki risiko yang tinggi. Tentu kita inginnya low risk high return atau risiko rendah tapi return besar, tapi itu tidak ada," ujarnya. 

Hal terakhir adalah mengenali hak dan kewajiban sebagai investor. Hal ini bisa dilakukan dengan membaca setiap ketentuan yang ada saat ingin membuka sebuah rekening investasi. 

"Langkah awal adalah dengan memulai investasi dengan jumlah kecil. Lalu, kalau ada yang tidak jelas, kita bisa tanyakan kepada perusahaan atau manajer investasi yang bersangkutan. Usahakan pilih perusahaan yang responsnya bagus terhadap kita," pungkas Purbaya.

Selain itu, LPS juga tak menutup kemungkinan akan membuat forum khusus bagi nasabah milenial untuk mempelajari segala hal mengenai investasi, seperti investasi di pasar modal. Purbaya menilai, peningkatan literasi pasar modal penting dilakukan karena jumlah investor pasar modal telah meningkat signifikan di masa pandemi. 

Purbaya memerinci, jumlah investor pasar modal pada 2018 mencapai 1,6 juta investor. Sedangkan pada Oktober 2021 meningkat drastis menjadi sebanyak 6,75 juta investor. Baca Juga: Nilai Investasi Indonesia di Masa Pandemi Ternyata Kejutkan Singapura

Dari sisi demografi, investor pasar modal di Indonesia didominasi kelompok umur di bawah 30 tahun dengan persentase mencapai 59,50 persen dan aset sebesar Rp 40,56 triliun. Adapun dari sisi jenjang pendidikan, mayoritas berlatar belakang sekolah menengah atas (SMA). Persentasenya mencapai 56,75 persen dengan total aset sebesar Rp 169,44 triliun.

"Kita bisa saja nanti membuat program khusus dengan membuat forum reguler untuk literasi terkait investasi. Kita punya instrumen technical analysis yang kami kembangkan dan itu bisa saja digunakan untuk investor pemula," tutup Purbaya.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini