Antisipasi Covid-19 Omicron, Pelaku Usaha Pariwisata Jabar Bidik 2.600 Dosis Vaksinasi Tahap II

Antisipasi Covid-19 Omicron, Pelaku Usaha Pariwisata Jabar Bidik 2.600 Dosis Vaksinasi Tahap II Kredit Foto: PUTRI Jabar

Sektor pariwisata menjadi sorotan menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) karena diprediksi mobilitas orang disertai ancaman varian COVID-19 Omicron. Untuk itu, pelaku usaha wisata di Jawa Barat kembali menjalani vaksinasi COVID-19 dosis kedua untuk mempercepat kekebalan komunal pada sektor pariwisata dengan menargetkan 2.600 vaksinator.

Ketua Perhimpunan Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Jawa Barat, Heny Smith mengatakan pihaknya kembali menggelar vaksinasi kedua yang merupakan rangkaian dari program “jalanin” (jalan-jalan sambil vaksin) pada 29 dan 30 November 2021 di Saung Angklung Udjo, Jl. Padasuka, Kota Bandung. 

Baca Juga: PHRI Optimistis Varian Omicron Tak Akan Goyahkan Sektor Pariwisata

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antar asosiasi PUTRI, AKAR-PHRI, ASITA yang didukung pula oleh Dinkes dan Disbudpar Kota Bandung dengan vaksin Astrazeneca.

Adanya keikutsertaan dari sektor wisata, pihaknya mengaku optimis agar herd immunity pada akhir tahun 2021 tercapai. Pelaku usaha pariwisata harus turut berperan aktif mempercepat capaian vaksinasi. Sebab, sektor pariwisata kerap dikategorikan sebagai klaster penyumbang kenaikan kasus positif COVID-19.

"Tentunya hal ini harus ditunjukan dengan peran aktif para pelaku pariwisata yang turut menyelenggarakan kegiatan vaksinasi di lokasi  wisata dalam pencapaian target vaksinasi baik secara nasional maupun di  Jawa Barat," kata Heny dalam keterangan resminya, Kamis (2/12/2021)

Pemerintah terus mengenjot vaksinasi Nasional dengan menargetkan vaksinasi 70 persen dari populasi penduduk menerima vaksin dosis pertama, capaian ini melebihi dari yang ditargetkan World Health Organization (WHO) yaitu 40 persen dari total penduduk tervaksinasi lengkap hingga akhir tahun 2021.

Adapun, Ketua Pelaksana Shobirin F Hamid mengatakan kegiatan dengan menjalankan protokol kesehatan ketat ini berjalan lancar dan berhasil memvaksinasi lebih dari 90 persen dari yang ditargetkan.

“Hal ini menunjukan kesadaran para pelaku wisata dan masyarakat sekitar yang semakin tinggi akan pentingnya vaksinasi untuk mengurangi resiko dan penyebaran virus corona," pungkasnya.

Seperti diketahui, Menjelang Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, pemerintah akan menerapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh Indonesia. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat, dan sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran virus corona.

PPKM Level 3 di Indonesia berlaku pada 24 Desember 2021 - 2 Januari 2022. Pemerintah daerah diminta melakukan sosialisasi terkait peniadaan mudik Nataru kepada seluruh masyarakat, dan dapat memberikan sanksi bagi yang melanggar. Selain itu, masyarakat diimbau tidak bepergian dan tidak pulang kampung dengan tujuan yang tak mendesak.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini