Geger Varian Omicron, Israel Tutup Total Pintu Kedatangan bagi Semua WNA

Geger Varian Omicron, Israel Tutup Total Pintu Kedatangan bagi Semua WNA Kredit Foto: Flash90/Tomer Neuberg

Israel akan melarang masuknya semua warga negara asing (WNA) ke sana, menurut pengumuman pada Sabtu (27/11/2021). Negara ini pun jadi yang pertama menutup total perbatasanya untuk mencegah masuknya varian baru virus corona yang berpotensi lebih menular. Teknologi pelacakan telepon kontraterorismenya pun akan dimanfaatkan untuk menahan penyebaran varian Omicron.

Dilansir dari Reuters, larangan itu akan berlangsung selama 14 hari, menurut pernyataan Perdana Menteri Naftali Bennett. Otoritas pun berharap akan ada lebih banyak informasi selama masa penutupan tersebut, seperti seberapa efektif vaksin Covid-19 terhadap Omicron.

Baca Juga: Tegas! Israel Tolak Orang-orang dari Afrika Selatan Gegara Varian Misterius Baru

Varian ini pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan dan telah dijuluki sebagai 'varian diwaspadai' oleh Organisasi Kesehatan Duni (WHO).

"Hipotesis kerja kami adalah varian tersebut sudah ada di hampir setiap negara dan vaksin itu efektif, meski kami belum tahu sejauh mana," ungkap Menteri Dalam Negeri Ayelet Shaked.

Sementara itu, warga Israel yang tiba dari negara lain akan dikarantina, termasuk mereka yang divaksinasi. Larangan ini akan mulai berlaku pada Senin tengah malam. Namun, larangan perjalanan bagi WNA yang datang dari kawasan Afrika telah berlaku sejak Jumat (26/11).

Teknologi pelacakan telepon kontraterorisme Shin Bet pun akan dimanfaatkan untuk menemukan lokasi pembawa varian baru untuk mengekang penularan ke orang lain.

Digunakan dan dimatikan sejak Maret 2020, teknologi pengawasan ini mencocokkan lokasi pembawa virus dengan ponsel lain di dekatnya untuk menentukan dengan siapa mereka berkontak.

Ruang lingkup penggunaannya sempat dibatasi Mahkamah Agung Israel pekan ini setelah kelompok hak-hak sipil menggugat masalah privasi.

Varian yang telah terdeteksi di Belgia, Botswana, Hong Kong, Italia, Jerman, dan Inggris, telah memicu kekhawatiran global dan gelombang pembatasan perjalanan. Namun, para ahli epidemiologi pesimis pembatasan ini dapat menghentikan penyebaran Omicron secara global.

Israel sejauh ini mengonfirmasi 1 kasus Omicron dan 7 kasus suspek. Namun, Kementerian Kesehatan belum mengatakan apakah pasien yang telah dikonfirmasi itu telah divaksinasi. Sementara itu, 3 dari 7 kasus suspek telah divaksinasi lengkap. Tiga lainnya pun belum kembali dari perjalanan luar negeri baru-baru ini.

Sekitar 57 persen dari 9,4 juta penduduk Israel telah divaksinasi lengkap. Artinya, mereka telah disuntik dosis ketiga vaksin Pfizer/BioNTech atau belum 5 bulan sejak disuntik dosis kedua. Israel telah mencatat 1,3 juta kasus Covid-19 dan lebih dari 8 ribu kematian sejak pandemi dimulai.

Lihat Sumber Artikel di Akurat Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Akurat.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini