Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Fintech Mulai Sasar Pelaku UMKM Lokal, Hasilnya...

Fintech Mulai Sasar Pelaku UMKM Lokal, Hasilnya... Kredit Foto: Mochamad Ali Topan
Warta Ekonomi, Surabaya -

Kehadiran Teknologi Finansial (Fintech) di Indonesia tak dapat dimungkiri telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, terlebih saat kalangan underserved dan unbanked masih banyak tersebar di berbagai wilayah. Tak terkecuali bagi para pelaku UMKM, layanan Fintech Pendanaan Bersama menyediakan opsi alternatif yang lebih mudah bagi para pelaku UMKM untuk mendapatkan akses pendanaan bantuan modal.

Namun di sisi lain, Fintech pun memiliki tantangan tersendiri karena pada kenyataannya, masih banyak masyarakat Indonesia yang asing dengan keuangan digital dan belum tepat dan bijak dalam penggunaannya.

Baca Juga: Cashlez dan Fintech P2P Lending Lumbung Dana Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama

Direktur Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK, Tris Yulianta, mengatakan, AFPI yang merupakan mitra strategis OJK dalam menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan para penyelenggara Fintech Pendanaan Bersama, terus mendorong peran Fintech Pendanaan untuk menjadi solusi keuangan alternatif bagi sektor produktif masyarakat Indonesia dengan kerap melakukan edukasi dan literasi keuangan digital khususnya di kalangan UMKM. Fokus Fintech Pendanaan untuk pemberdayaan UMKM menjadi penting lantaran besarnya kontribusi terhadap perekonomian nasional. Data teranyar menyatakan sumbangsih UMKM mencapai 61,07 persen untuk PDB dan 97 persen untuk pembukaan lapangan kerja.

"Fintech Lending Days merupakan bukti komitmen OJK bersama AFPI untuk terus meningkatkan inklusi dan literasi keuangan digital di kalangan UMKM yang menjadi motor pendorong roda perekonomian daerah, khususnya di Malang sebagai salah satu pusat perekonomian UMKM saat ini," terang Tris Yulianta dalam sosialisasi dan Fintech Lending Days yang bertajuk "Pemanfaatan Pendanaan Alternatif UMKM Jatim Melalui Fintech Pendanaan Bersama" pada tanggal 25-26 November 2021 di Kota Malang, Jatim.

Sementara itu, Ketua Bidang Edukasi, Literasi dan Riset AFPI , Entjik S. Djafar mengatakan, Fintech Lending Days diselenggarakan dalam rangka Bulan Fintech Nasional 2021, di mana AFPI berkomitmen bersama-sama dengan para pelaku industri Fintech Pendanaan Bersama turut serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan digital bagi UMKM. Saat ini, lebih dari 50 persen dari pinjaman yang disalurkan adalah dari sektor UMKM dan dalam kondisi pandemi sebagian besar pelaku UMKM membutuhkan bantuan keuangan taktis untuk bisa bertahan dan terus berkembang.

"Di sinilah Fintech Pendanaan Bersama bisa berperan, membantu menjawab kebutuhan tersebut.  Tentu saja dalam hal ini, Fintech Pendanaan Bersama akan terus berinovasi untuk menjangkau lebih banyak konsumen terutama pelaku UMKM agar usahanya terus berkembang, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada pemulihan ekonomi nasional pascapandemi," kata Entjik di Surabaya, Jumat (26/11/2021).

Selain itu kata Entjik, sebagai asosiasi yang saat ini mewadahi 104 pelaku usaha Fintech Pendanaan Bersama yang terdaftar dan diawasi oleh OJK, AFPI berinisiasi mengadakan berbagai program dan kolaborasi industri demi meningkatkan inklusi dan literasi keuangan digital, baik nasional maupun regional, terutama dalam rangka Bulan Fintech Nasional yang tengah berlangsung ini.

"Melalui berbagai program inklusi dan literasi keuangan digital serta proses edukasi pemanfaatan Fintech Pendanaan Bersama, diharapkan para konsumen, khususnya para pelaku UMKM, dapat lebih memahami peran dan pemanfaatan pendanaan alternatif UMKM melalui Fintech Pendanaan Bersama," ujarnya.

Di sisi lain, CEO UKU Indonesia, Tony Jackson mengatakan pihaknya menyambut baik langkah  inisiatif yang dilakukan  AFPI dalam mendukung pertumbuhan Fintech Pendanaan Bersama di kota Malang.

"Kami berharap dengan adanya kegiatan Fintech Lending Days ini, tingkat literasi keuangan digital masyarakat meningkat dan Fintech Pendanaan Bersama bisa terus berkembang di mana layanannya dapat mengisi kesenjangan pendanaan bagi pengusaha UMKM lokal yang belum tersentuh lembaga keuangan konvensional," pungkas Tony.

Penulis: Mochamad Ali Topan
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel:

Video Pilihan